Wagub Lampung: Jurnalistik Bagian dari Dakwah

0
59
wakil gubernur lampung chusnunia chalim
wakil gubernur lampung chusnunia chalim

Bandar Lampung (29/9/19). Di tengah perkembangan iptek dan teknologi yang semakin maju dikalangan masyarakat masa kini, penerimaan informasi pun dirasa sangat mudah dan cepat untuk didapatkan melalui berbagai media yang ada, khususnya media jurnalistik atau tulis menulis. Tidak hanya sebagai media informasi, jurnalistik pun kini merambah sebagai media dakwah.

Dakwah diartikan sebagai salah satu cara berkomunikasi antara penyampai ilmu dengan penerima ilmu. Tidak lagi harus berkumpul di masjid atau mengadakan pertemuan dalam suatu forum. Dalam perkembangannya, cara dakwah semakin beragam. Salah satunya dakwah bil qalam atau dakwah dengan menggunakan pena.

Dakwah tersebut merupakan konsep dakwah yang diungkapkan melalui tulisan. Dalam jurnalistik, tulisan-tulisan tersebut dapat menjadi sarana berdakwah, sarana menyampaikan kebaikan-kebaikan.

Hal ini juga disampaikan oleh Wagub Lampung Chusnunia Chalim saat ditemui usai membuka acara ceremonial diklat jurnalistik DPW LDII Lampung pada Sabtu (28/9).

“Jurnalistik itu bagian dari dakwah. Bukan sesuatu yang terlepas dari dakwah, bukan sesuatu yang aneh. Karena Indonesia adalah bhineka, yang keragamannya luar biasa. Kita sama-sama mendakwahkan dan menginformasikan kepada publik informasi yang pas, baik untuk agama kita dan tidak menciderai kaitannya dengan ke bhineka tunggal ika”, ungkapnya.

Dihadapan 150 peserta yang hadir dalam pelatihan ini, Nunik pun mengatakan pentingnya jurnalistik, termasuk bagi sebuah organisasi.

“Semua organisasi perlu mengadakan diklat jurnalistik. Agar tau kaidah-kaidah jurnalistik dalam penyampaian informasi, supaya semua bisa tetap berdampingan, bisa menjalankan agamanya, semua tetap kaffah tanpa harus menciderai kepercayaan masing-masing”, tambahnya.

Oleh karena itu, kemampuan menulis bagi para jurnalis, baik bagi individu maupun organisasi sangat perlu ditingkatkan, yaitu dengan cara pelatihan-pelatihan. Dengan banyaknya pelatihan jurnalistik yang mereka ikuti, tentu akan membuat mereka mampu untuk mengemban misi dakwah yang telah tumbuh dalam dirinya dan juga sebagai alat untuk menyiarkan dakwah lewat apa yang ditulisnya.

Tentang menulis, kita pun kembali mengingat Abu Bakar yang dengan ide cerdasnya menuliskan lafad al-quran dan lafad al-hadist yang hingga sekarang ilmu quran hadist bisa tersebar ke seluruh dunia. Juga para ahli ilmu hadis lainnya di zaman Nabi dulu. Mereka menghimpun ilmu dengan cara ditulis, lalu dengan ditulis itulah selanjutnya ilmu tersebut bisa dijadikan rujukan. Karena sejatinya, menulis itu mengikat ilmu. Dan ilmu yang diterima melalui tulisan lalu diaplikasikan dalam kehidupan merupakan keberhasilan sebuah dakwah. (Dian Palupi/LINES)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.