Bandarlampung (9/9) Untuk mendukung program pemerintah, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung bekerja sama dengan Partai Politik berlambang bintang mercy melaksanakan Program Vaksinasi di dua Lokasi yakni di Padepokan Persinas ASAD, Bandarlampung dan Pondok Pesantren Nurul Huda, Natar Lampung Selatan.

Jumlah dosis vaksin yang di alokasikan untuk warga sejumlah 1000 dosis, warga LDII dan masyarakat di sekitar sentra Vaksinasi antusias mengikuti vaksinasi dengan tetap bisa menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Ketua Panitia, Drs. H. Heri Sensustadi, panitia telah mengantisipasi kerumunan masa dengan melakukan persiapan dan SOP yang memadai.

Peserta diatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kerumunan. Diawali dengan filter peserta di depan gerbang masuk dengan menunjukkan kartu undangan vaksinasi. Bagi yang tidak membawa kartu undangan vaksinasi tersebut tidak diperbolehkan masuk lokasi.

Selanjutnya, peserta duduk antri di ruang transit. Menunggu arahan dari panitia untuk memasuki ruang tunggu.

Pada ruang tunggu pun diatur sedemikian rupa sehingga antrian berjalan dengan tertib tanpa berdesakan dan tanpa menimbulkan keributan.

“Kita beruntung, karena lokasi vaksinasi sangat luas dan lengkap sarprasnya”, lanjut Sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung ini.

Selain itu, menurut penghobi bulutangkis ini, panitia mendapatkan dukungan dan bisa bekerja sama dengan berbagai pihak.

Penyiapan tempat dan sarananya oleh tuan rumah Pondok Pesantren Nurul Huda Serbajadi. Bantuan petugas medis oleh Dinas Kesehatan (Puskesmas Hajimena) dan Forum Kesehatan Islam Indonesia (FKKI). Dan bantuan pengamanan dari Satpam Pondok Pesantren dan Senkom Mitra Polri yang diback up Polsek Natar & Koramil Natar.

Utusan Polsek Natar yang turut menunggui dari awal sampai akhir acara, TB Cecep (Panit Samapta) bahkan merasa kagum dengan ketertiban warga LDII dalam mengikuti vaksinasi ini. “Luar biasa. Peserta begitu taat diarahkan dan panitia bekerja sangat baik”, ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.