Sunday, April 14, 2024

Shalat 5 Waktu menjadi Tolak Ukur Sebuah Amalan

Oleh : Santri PPM Baitusshodiq, Bandarlampung

Para muslimin yang dirahmati Allah SWT, kita harus selalu bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua sehingga kita masih bisa beraktivitas dan beribadah dengan lancar.
وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُمۡ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ لَشَدِيۡدٌ‏

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” QS. Ibrahim Ayat 7

Manusia di ciptakan, tak lain memiliki tugas utama hanya untuk beribadah kepada Allah SWT sehingga ketika sewaktu-waktu ajal tiba dapat kembali ke dalam Surga-Nya.

Ibadah yang paling utama yang wajib dikerjakan dan tidak boleh ditinggalkan yaitu Shalat 5 Waktu, sebagaimana telah diperintahkan kepada nabi Muhammad SAW pada saat Isra Miraj.

Baca Juga:  Wisuda Santri PPM Baitusshodiq Bandar Lampung Tahun 2023

Artinya: “Peliharalah semua salat(mu), dan (peliharalah) salat wusthaa (salat lima waktu). Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyu’,” (QS. Al-Baqarah [2]: 238).
Shalat menjadi tiangnya agama dan shalat juga menjadi tolak ukur amalan manusia yang lainnya, yang berarti jika shalat nya rusak maka rusak pula amalan lainnya sebagaimana kutipan hadist riwayat Abu Daud berikut ini:

“Hal pertama yang akan dihisab kelak di hari pembalasan adalah Shalat. Apabila baik Shalatnya, maka akan baik pula amal-amal lainnya. Dan apabila Shalatnya rusak, maka akan rusak pula amal-amal lainnya,” Abu Daud

Surga hanya akan diberikan kepada orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan disebutkan dalam Al-Quran bahwa yang dikatakan orang yang beriman adalah orang-orang yang dapat menjaga shalat nya dan mengerjakan dengan khusu’.

Baca Juga:  Apakah Wanita Haid itu boleh berdzikir?

Semoga kita semua selalu didalam Rahmat Allah SWT yang senantiasa dapat melaksakan perintah-perintah Agama dan menjauhi segala larangan-larangan agar kelak bisa masuk kedalam surga dan terhindar dari siksa api neraka yang sangat pedih.

Hidup di dunia ini hanya sementara sedangkan di Akhirat kekal Abadi, maka dari itu marilah kita bersama-sama memperbanyak bekal untuk kehidupan setelah mati yaitu menjaga shalat 5 waktu, berpuasa, serta amal-amal sholih sesuai tuntunan Al-Quran dan Al-Hadits.

Barakallahulakum, Wassalamualaikum wr.wb

Berita Terkait:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

- Daftar Website Resmi LDII -spot_img

Dakwah Islam