Bandarlampung (3/10) Ujian kenaikan tingkat persinas ASAD Kota Bandar Lampung berlangsung di Padepokan Persinas ASAD Gajah Mada, Bandar Lampung. Ujian kenaikan tingkat ini diikuti oleh kurang lebih 140 peserta dengan kisaran usia 6 hingga 21 tahun. Guna memaksimalkan kelancaran ujian dan penjagaan protokol kesehatan, lokasi ujian dibagi menjadi dua, yaitu di Aula padepokan dan di Halaman Masjid Baitul Halim  Gajah Mada.

Pembagian lokasi tersebut juga didasari oleh tingkatan peserta yang akan diuji. Peserta yang diuji di aula padepokan adalah tingkat sabuk putih, yang dipandu langsung oleh Sekertaris Pengurus Cabang Bandarlampung sekaligus pelatih dan penguji Persinas ASAD, Heri Prayogo, S.Pd.

Sedangkan peserta yang diuji di Halaman Masjid Baitul Halim LDII Gajah Mada terdiri dari dua tingkat, yaitu tingkat sabuk hijau dan tingkat sabuk hijau-strip-kuning. Mereka dipandu oleh pelatih dan penguji berbeda, yaitu  M. Yunus, S.Pd.

Para peserta dengan sabuk putih, akan diuji untuk naik tingkat ke sabuk hijau. Ada tiga materi yang diujikan, yaitu Gerakan Dasar, Sikap Dasar, dan Jurus Persinas ASAD. Sedangkan untuk para peserta sabuk hijau, akan diuji untuk naik ke tingkat sabuk hijau-strip-kuning, dengan materi ujian yang lebih kompleks, yaitu Gerakan Dasar, Rangkaian Dasar, Sikap Dasar, Ketahanan Fisik, dan Jurus Persinas ASAD. Sedangkan untuk peserta sabuk hijau-strip-kuning akan diuji untuk naik tingkat ke sabuk kuning, dengan materi hampir sama dengan sabuk hijau, namun detail pada materi Jurus Persinas ASAD yang lebih banyak.

Menurut Heri, beberapa diantara para peserta akan ada yang dipilih untuk menjadi atlet binaan Persinas ASAD yang akan diikutsertakan dalam turnamen-turnamen Pencak Silat dibawah naungan IPSI di tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Maka dari itu, ujian ini merupakan komponen penting untuk pengembangan Padepokan Persinas ASAD dalam pencarian bibit unggul atlet. 

Setidaknya ada tiga aspek utama yang akan dinilai dalam ujian ini, yaitu ketepatan gerakan, power atau kekuatan, dan juga kedisiplinan. Para penguji yang sudah ahli di bidangnya benar-benar menilai secara objektif, jujur, dan tegas. Tak lupa di setiap akhir sesi ujian, pemandu mengingatkan para peserta untuk berbesar hati dengan hasil akhir ujian, dan meminta para peserta untuk memperbanyak doa agar mendapat hasil yang terbaik. 

Acara tersebut berlangsung dengan lancar dan kondusif. Meski banyak peserta yang terbilang sangat muda, mereka dapat mengikuti rangkaian acara dengan sangat baik. Para peserta dituntut untuk tetap menaati protokol keseatan selagi masih di lokasi ujian.

Dalam pelaksanaan ujian pun, para panitia mengkoordinasikan peserta sebaik mungkin untuk menjaga jarak satu dengan yang lain.(Aghsa/Lines Lampung) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.