Jakarta (8/4) Indonesia adalah negara kepulauan terluas dan penduduk terbanyak ke empat di dunia. Berdasarkan data pada tanggal 24 Januari 2021 Indonesia tercatat bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan jumlah pulau lebih dari 17.508 pulau, jumlah penduduk lebih kurang 271.349.889 juta jiwa, 1340 suku, dan 625 bahasa daerah. Berdasarkan keanekaragaman tersebut tentu akan ada tantangan besar dalam menjalankan konsensus kebangsaan tersebut.

Staf Ahli Mendagri Bidang Pemerintahan, Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si mengatakan bahwa organisasi islam berperan dalam pelaksanaan konsensus kebangsaan yang meliputi Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945.

Pekembangan dunia pada saat ini tentunya memiliki tantangan yang berbeda karena situasi pun berbeda, karena lingkungan strategis nya berubah.

“Sepuluh tahun lalu perkembangan dunia relatif stabil, sedangkan saat ini semua bisa bergerak secara dinamis dan cepat, krena itu pembelajaaran dalam beroganisasi harus selalu dilakukan karena hal-hal disekitar kita berkembang dan kita harus bisa dengan cepat beradaptasi pada perubahan yang cepat dengan skala besar ini”. Pesan

Tantangan kita saat ini yaitu, korupsi, terorisme dan radikalisme, narkoba, disorientasi nilai, krisis kepercayaan, dis-order, degradasi moral bangsa, potensi konflik sosial, globalisasi dan penyalahgunaan medsos. Berkaitan dengan tantangan-tantangan tersebut, terdapat empat poin khusus dari Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (Purn.) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian Ph.D. yang disampaikan melalui Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si pada pemaparan materi tersebut di hari kedua Munas IX LDII. Empat hal tersebut, yaitu :
1. Menghargai hak hak asasi orang lain
2. Menjaga ketertiban umum dan publik
3. Mengindahkan etika dan moral
4. Menjaga national security atau keamanan nasional

Hal-hal tersebut adalah hal yang harus menjadi pegangan oleh organisasi kemasyarakatan untuk bisa menyesuaikan diri dengan tantangan yang ada pada saat ini. Organisasi masyarakat terutama LDII diharapkan bisa menerapkan dan menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai karakter dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila merupakan ikhtiar untuk menghadirkan islam yang rahmatan lillalamin dalam konteks penerapannya secara substansialitas dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Islam, pancasila dan kemerdekaan merupakan satu kesatuan yang tunggal.” tambah Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si. (Wendi/Lines Lampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.