Pahamkan Dirimu Sebelum Dipasrahi oleh Generasi Tua

0
200

Bandar Lampung – Mengingat tahun baru Islam 1 Muharam, tentu ingat kembali dalam ingatan kita bagaimana proses hijrahnya Nabi dari Mekah menuju ke Madinah. Nabi berhijrah untuk menjalankan dakwahnya ditempat yang berbeda. Karena sejatinya hijrah yang dilakukan adalah untuk memperoleh lingkungan yang lebih baik dari sebelumnya. Sebagian besar umat Islam di Indonesia mengisinya tahun baru Islam 1 Muharam dengan berbagai macam kegiatan, seperti berzikir, solat malam, pengajian bersama, dan lain sebagainya. Seperti halnya kegiatan malam pengajian bersama yang dilakukan oleh PC LDII Rajabasa.

Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Baitussodiq Rajabasa pada Senin Malam, 10 September 2018. Kegiatan diisi dengan pengkajian makna Al-Quran oleh Ustad Deki Firmansyah, S.E., M.E. dan juga nasihat agama yang disampaikan oleh Anggota Dewan Penasihat PC LDII Rajabasa Tri Atmojo, S.Pd.

Kegiatan pengajian bersama diikuti juga oleh kurang lebih 100 orang yang tinggal di lingkungan masjid Baitussodiq Rajabasa. Terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu, remaja baik putra maupun putri, dan diramaikan pula oleh para mahasiwa PPM Baitussodiq.

Dalam pengkajian makna Al-Quran surat Al-Mursalat oleh Ustad Deki, disampaikan pula tentang cerita perjuangan Nabi. Bagaimana kesulitan dan susah payah yang dialami selama bertahun-tahun dalam masa hirjahnya untuk membangun Madinah selama 13 tahun. “Maka, dengan cerita mana lagi selain Al-Quran yang kalian percayai?”- QS. Al-Mursalat: 50.

Tri Atmojo dalam nasihatnya menambahkan, “Perjuangan Nabi tidak mudah, maka generasi muda juga harus kuat. Remaja itu penggantinya orang-orang sepuh, maka rajinkan diri. Pahamkan dirimu sebelum kalian dipasrahi oleh generasi tua”.

Tri Atmojo berpesan kepada generasi penerus agar dapat terus tumbuh meningkatkan kualitas dalam dirinya agar tidak menyesal nantinya. Supaya ketika orang tua meninggal nantinya, ada doa yang mengalir di sana.

Harapannya dengan kegiatan malam pengajian bersama ini, dapat menjadi pengingat dalam diri untuk terus meningkatkan keimanan dan menjadi suatu proses hijrah menuju hal yang lebih baik, hijrah secara fisik maupun dari hati, yang dimulai dari diri sendiri lalu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tahun baru Islam menjadi sebuah momen perubahan menuju suatu kemajuan. Mengingat sebuah dalil “Tidak akan datang suatu tahun, kecuali tahun sesudahnya lebih buruk daripada tahun sebelumnya”. (Dian Palupi/Ilham Saputra/LINES Lampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.