Sunday, January 29, 2023

Opini : PPM dan Kebermanfaatanya

(Oleh : Dicky FS PPM Baitusshodiq Bandarlampung)

Pada hari ini tanggal 22 Oktober 2021 yang bertepatan dengan Hari Santri, kita perlu mengingat perjuangan para ulama, pejuang agama yang memiliki kontribusi besar dalam kemerdekaan Indonesia dan penyebaran serta perkembangan agama Islam di tanah air.

Kemudian di era kemerdekaan saat ini, perjuangan yang harus kita lakukan tentu berbeda dengan saat merebut kemerdekaan maupun pada saat awal penyebaran Islam. Saat ini, bentuk cinta tanah air dapat diwujudkan melalui belajar tekun, menjaga lingkungan, saling menghormati dan menghargai sesama serta mempersiapkan diri sebagai estafet perjuangan dan kelesatarian agama Islam. Kita juga tidak henti-hentinya mengisi kemerdekaan dengan belajar agama kepada ulama secara mendalam, dan berusaha agar keberadaanya mendatangkan manfaat untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

Pondok-Pesantren Mahasiswa selanjutnya disingkat PPM, sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memiliki kekhasan dan kekhususan dalam pembinaan generasi penerus negeri ini. Diantara kekhasan dan kekhususan tersebut adalah:
Dari sisi input (masukan):
1.Seratus persen santri PPM adalah berusia 17 tahun keatas (dewasa).
2.Seratus persen santri PPM adalah memasuki usia pernikahan.
3.Seratus persen santri PPM adalah mahasiswa/i dari perguruan tinggi kelas reguler kampus terbaik di tanah air (bukan kelas karyawan, weekend, kelas jarak jauh dll) dengan beragam bidang studi/ilmu yang dipelajari.
4.Jenjang sarjana/diploma sebagai jenjang pendidikan formal terakhir (sebagai gerbang terakhir).

Baca Juga:  ini Alasan Mengapa LDII Melarang warganya untuk Merokok

Dari sisi proses:
Santri PPM dibina, dididik dan dikembangkan karakternya & kepribadiannya menjadi sarjana mubaligh/Penyampai yang memiliki “panca sukses” yaitu:
1.Alim-Faqih
2.Ahlaqul Karimah
3.Mandiri
4. Memiliki Daya Juang
5.Ahli ibadah

Dari sisi output (keluaran):
1.Sebagian besar alumni PPM adalah SDM yang siap berkarya sebagai pegawai, wirausaha profesional dll.
2.Sebagian besar alumni PPM adalah kader untuk melanjutkan estafet SDM di LDII bagi sejumlah ditingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat.
3.Sebagaian besar alumni PPM masuk pada fase “dadi orang”.

Hingga saat ini setidaknya terdapat 36 PPM ditanah air. Dari keseluruhan PPM tersebut memiliki kondisi internal dan eksternal yang beragam. Secara operasional pun  beragam, ada  PPM yang memiliki sumber pendanaan yang stabil dari Pemerintah atau sumber dana lain, ada PPM yang mandiri (artinya: dikelolala secara mandiri) seperti PPM Baitusshodiq Rajabasa Bandar Lampung. Tentu ini membawa konsekuensi seperti seperti garis kontinum, misalnya ada PPM yang memiliki sarana dan prasarana yang sudah memenuhi sangat baik/mencukupi sampai PPM yang memiliki sarana dan prasarana yang seadanya.

Baca Juga:  Hidup Itu Perjuangan Boy

Merujuk kondisi tersebut, sudah selayaknya kita sebagai stakeholder menjalankan upaya yang sungguh-sungguh lahir batin karena Alloh “nggayuh marang kasampurnan” mengembangkan dan menjaga keberlanjutan Pondok Pesantren Mahasiswa  di tanah air. Undang-Undang Pesantren Nomer 18 Tahun 2019 tentang pesantren dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren menjadi peluang dari eksternal PPM.

Harapan kedepan semoga ada sinergitas antara pemangku kepentingan PPM diseluruh tanah air, “duduk bersama sambil ngopi” memusyawarohkan “generasi emas” ini. Insyalloh bila PPM ditanah air memiliki standar kurikulum, standar sarana & prasarana, standar SDM, dan manajemen PPM serta kolaborasi antar PPM maka akan mendatangkan manfaat untuk agama, masyarakat, bangsa, dan negara yang lebih besar.

Berita Terkini

- Cek Website LDII -spot_img

Dakwah Islam

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.