Chriswanto Santoso terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) masa bakti 2021-2026. Foto Dok. Lines

Jakarta(7/4) “Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, LDII merasakan beratnya permasalahan yang dihadapi pemerintah pada Saat ini, kehadiran pandemi Covid -19 sejak awal tahun lalu dan masih berlanjut sampai sekarang, benar-benar memukul mundur capaian target-target pembangunan” ujar ketua umum LDII Chriswanto Santoso dalam sambutanya di Munas IX LDII  secara Daring.

LDII sangat merasakan ini dan sangat berempati terhadap permasalahan-permasalahan ini, untuk itu LDII mengajak kita semua unutk berfikir dan bekerja keras untuk menghasilkan strategi pembangunan yang tepat, agar target-target pembangunan yang di tetapkan dalam dokumen pembangunan jangka panjang, jangka menengah nasional ada Tahun 2024 segera di kembalikan pada trajectory atau jalur semula

“yaitu tingkat pertumbuhan ekonomi kembali ke kisaran 6 Persen, untuk itu semua piihak harus bangkit berfikir dan bekerja keras secara gotong royong tidak hanya Pemerintah,tapi semua komponen bangsa termasuk tentunya adalah LDII”. imbuhnya di hadapan Presiden Joko Widodo secara Virtual.

lebih lanjut, Chriswanto Santoso juga mengajak di butuhkan cara kerja kreatif, cara kerja yang inovatif  cara kerja yang Out of The Book, bukan cara kerja rutin yang biasa-biasa saja.

“Untuk itulah kami, segera mengejar Munas IX LDII meskipun hasil Rapimnas LDII  Tahun lalu masih memberi kesempatan kepada kami hingga ahir tahun ini, tapi kami tidak mau menunggu terlalu lama, kepengurusan LDII  yang baru harus segera di bentuk,  pengurus LDII yang baru harus segera ditetapkan”.

Agar LDII dapat segera bekerja dengan cara-cara yang baru, kretaif inovatif dengan Ejail atau lebih cepat lagi, dengan kepengurusan yang baru, dengan SDM Yang Baru Inilah, diharapkan kontribusi maksimal dalam membantu pemerintah untuk bangkit dan maju  Lagi di era pandemi ini dapat segera terwujud.” Tutupnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.