LDII-MUI Gelar I’tikaf Bersama

0
176

Bandar Lampung, (25/5). Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan dan kemuliaan. Di bulan ini pula Allah mengobral pahala bagi umat Islam, khususnya di 10 malam yang akhir untuk mendapatkan lailatul qodar. Suatu malam penuh keberkahan yang nilainya lebih baik daripada malam 1000 bulan. Di sinilah para umat Islam biasanya melakukan kegiatan iktikaf, suatu kegiatan yang dilakukan dengan berdiam diri di dalam masjid untuk melakukan  berbagai macam ibadah selama semalam suntuk.

Selaras dengan hal tersebut, DPW LDII Provinsi Lampung bersama dengan DP MUI Provinsi Lampung menyelenggarakan Iktikaf bersama. Kegiatan ini dihadiri oleh KH. Dr. Khairudin Tahmid selaku Ketua Umum MUI Provinsi Lampung. Beliau menyampaikan tentang pentingnya malam lailatul qodar, “Tidak semua orang dapat menjumpai malam lailatul kodar, hanya orang-orang pilihan Allah yang dapat menjumpainya, dan Allah akan memberikan ampunan kepada orang itu atas doanya malaikat”, ungkapnya.

Selain itu, dihadiri pula oleh Ketua DPW LDII Provinsi Lampung dr. H. M. Aditya, M.Biomed yang dalam sambutannya beliau menghimbau agar kegiatan ini dapat berjalan lancar salama ramadhan. “Kegiatan iktikaf merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan warga LDII”, beliau juga menambahkan, lebih jauh lagi, LDII juga ormas yang peduli mengenai mudik lebaran, dengan kegiatan yang rutin dilakukan adalah pembagian bingkisan kepada para warganya. Tahun ini LDII membagikan 1267 bingkisan untuk para guru ngaji, 725 untuk duafa, dan 325 diberikan kepada anak yatim.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kanwil Kemenag Provinsi Lampung yang dalam hal ini diwakili oleh H. Wasril Purnawan selaku Kabid penais, zakat dan wakaf, Ketua MUI Provinsi Lampung H. Suryani, S.Sos., M.Si, Kasubdit Binmas Polda Lampung AKBD. H. Sahrudin Lubis, serta segenap Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) Tanjung Senang, Bandar Lampung.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, diharapkan mampu memberikan manfaat dan memacu kesemangatan ibadah masyarakat, tidak hanya di bulan ramdhan, namun berkelanjutan di bulan-bulan berikutnya. Dengan kegiatan ini pula, dapat menjadi amal jariah dikehidupan selanjutnya.

Sebagaimana yang diceritakan oleh H. Wasril Purnawan tentang kisah sumur batu milik Usman Bin Affan yang dibelinya untuk kebutuhan air bersih para masyarakat pada masa waktu itu. Dan hingga kini sumur tersebut masih memiliki kebermanfaatan yang melimpah. Bahkan sekarang area tersebut banyak didirikan bangunan-bangunan penginapan.

“Salah satu cara memanjangkan usia yaitu dengan cara mencari keberkahan melalui wakaf”, ujar Wasril. (Dian, Asih/LINES Lampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.