LDII: Saat Pandemi Saatnya Tingkatkan Kontribusi

0
75
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso

Bandung (24/2). Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso memberi pengarahan kepada peserta Muswil VIII DPW LDII Jawa barat di Grand Hotel Preanger, Jalan Asia Afrika, Braga. Chriswanto Santoso dalam pembukaan menjelaskan, muswil merupakan konsolidasi atau proses rutin organiasi setiap lima tahun. Tujuannya, untuk mersepon program, kondisi, lingkungan strategis, dan pemilihan pimpinan. Muswil diadakan dengan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

“Selamat kepada peserta Muswil ke-8 DPW LDII Jawa Barat, yang dilakukan secara telekonferensi dan yang hadir mematuhi portokol Kesehatan. Semoga menghasilkan keputusan yang bermanfaat untuk bangsa dan negara. Meskipun dihadiri secara virtual, kehadiran saudara bermakna strategis karena menentukan kader terbaik yang akan duduk dalam jajaran LDII Jawa Barat ke depan,” ujarnya membuka acara.

Menurut Chriswanto, kebutuhan LDII terhadap jajaran pimpinan organisasi yang memiliki kapabilitas tinggi sangatlah penting, khususnya pada era pandemi Covid-19. Chriswanto Santoso mengutip Pidato Presiden jokowi dalam sidang tahunan MPR RI. “Pandemi menimbulkan masalah global di bidang kesehatan dan ekonomi yang menyebabkan pertumbuhan minus hingga lima persen,” ujarnya.

Krisis ini menyebabkan persoalan multi dimensi seperti pengangguran, kemiskinan, gangguan ketertiban dan keamanan, kekurangan pangan, bahkan kelaparan. Tantangan ini juga di hadapi LDII sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia.

DPP LDII sudah berpartisipasi aktif dalam pembangunan Indonesia, tidak hanya pada bidang keagamaan dan dakwah saja yang menjadi ruang lingkup LDII, tetapi merambah ke tujuh klaster lain. Klaster itu di antaranya bidang kebangsaan, ekonomi, pendidikan, teknologi digital, Kesehatan, energi, dan pangan.

Di bidang keagamaan dan dakwah, LDII menangani masyarakat yang termarjinalkan. Contohnya masyarakat di Lapas Nusakambangan, Lapas Enrekang, dan lapas di provinsi lain. LDII turut memberikan dakwah dan penguatan nilai kebangsaan pada masyarakat perbatasan, “Kami juga mengadakan pengajian difabel yang dididik secara khusus untuk menjadi muslim yang berkarakter. Di Desa Nganget, kabupaten Tuban, kami memberikan Pendidikan dakwah untuk masyarakat kusta.

Di bidang kebangsaan, Chriswanto Santoso menegaskan jika kebangsaan adalah masalah yang serius. Ia menceritakan pengalaman hidupnya ketika menempuh pendidikan di Inggris. Ketika itu ada empat orang mahasiswa dari Afghanistan hanya bisa berbahasa Inggris. Mereka tidak mengerti bahasa lokal satu sama lain. “Lain halnya di Indonesia, meski berbeda suku, mereka tetap bisa berbahasa Indonesia. Jadi, bahasa merupakan pemersatu bangsa,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, 24 November lalu, LDII launching Pondokkarakter.com. Ada kekosongan pendidikan karakter untuk stakeholder pendidikan. Apa yang terjadi pada murid tergantung pada karakter guru. Platform ini dibuat untuk mengakomodir pendidikan karakter untuk pengajar, agar mereka bisa memberikan pendidikan karakter pada murid.

Di bidang Kesehatan herbal, warga LDII mengolah kekayaan alam untuk obat herbal, namun bukan untuk menggantikan pengobatan konvensional. Di bidang energi terbarukan LDII juga membuat pilot projek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Ponpes Walibarokah Kediri dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mikrohidro di Jamus.

Di bidang ekonomi Syariah, LDII menjadi motor penggerak Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Summit Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mewujudkan kolaborasi antar sesama BMT. Tujuannya mengakomodir Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mendapatkan pembiayaan dan distribusi kesejahteraan yang merata.

Di bidang teknologi, warga LDII membuat manufaktur dari mesin printer 3D. Di bidang pangan, LDII mengembangkan pertanian di lahan gambut di kalimantan dan Smartfarm, pertanian berbasis komputer di Garut, “Diperlukan SDM Khusus yang profesional religius, menggeser cara kerja dari normal menjadi super ekstra normal, dan harus bisa melakukan lompatan kuantum. Peserta diharapkan menampilkan integritas secara khusus untuk menghasilkan keputusan,” ujar Chriswanto Santoso.

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, Chriswanto Santoso berharap muswil dapat memilih jajaran pimpinan yang mampu mengelola perubahan organisasi, sehingga LDII dapat menjadi organisasi kemasyarakatan yang lebih lincah, lebih trengginas, lebih cepat dalam mengambil dan mengeksekusi keputusan meskipun pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Acara Muswil itu dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara daring, juga dihadiri Anggota Komisi II DPR RI Agung Budi Santoso, Kabakesra Pemkot Bandung Hedi Mahendra, Kakanwil Kemenag, beserta tokoh-tokoh masyarakt Jawa Barat lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.