Kajian Remaja LDII: Bahaya Tasyabbuh (Menyerupai Orang-orang Kafir)

0
389

Bandar Lampung, Minggu (3/2) – Biro Kepemudaan DPD LDII Bandar Lampung menggelar agenda kajian rutin bulanan bertema “Membina Generasi Muda yang Faqih, Alim, Berakhlak Mulia, serta Mandiri” dengan mengambil beberapa topik materi diantaranya materi tentang Tasyabbuh dan Wawasan Pemilu 2019.

Kajian ini dihadiri sekitar 700 siswa dan siswi SMP dan SMA dan diisi oleh Wakil Ketua DPW LDII Ahmad Muslih S.Ag , M.Pd., dan Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan  DPW LDII Ust. Harun al-Rasyid S.T. Tema Tasyabbuh diangkat dalam kajian ini mengingat kini banyak aktifitas atau kegiatan yang tak seharusnya diikuti tapi malah dijalankan.

Dalam kehidupan sehari-hari tanpa sadar kita sudah melakukan tasyabbuh. Tasyabbuh atau dikenal dengan meniru, mengikuti, budaya-budaya selain orang Islam (yahudi dan nasrani) dan aturan Allah serta Rosul itu haram meskipun tidak ada niat yang terbentuk dari dalam hati. Saking bahayanya Tasyabbuh kita harus hati-hati mengambil tindakkan yang akan dilakukan dalam mengisi aktifitas harian.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda:

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

Sungguh kalian akan mengikuti jalannya umat-umat terdahulu, sejengkal demi sejengkal, sedepa demi sedepa, sehingga seandainya mereka masuk lubang dhab (sejenis kadal), maka kalian akan mengikutinya”. Lalu para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksud umat terdahulu itu adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Rasulullah menjawab: “siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR Muslim).

Ahmad Muslih mengatakan “Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah senang dengan islam. Berbagai cara akan dilakukan untuk memerangi tegaknya islam. Kekuatan orang islam terletak pada akidah yang masih berpedoman dengan Al-quran dan Sunnah. Mereka memerangi akidah islam dengan cara menciptakan kebisaan hedonisme,  materialisme, dan sekularisme.

“Kebiasaan hedon adalah kebiasaan yang menjunjung yang penting happy seperti nonton bioskop, karaoke, pacaran dan sebagainya. Materialisme adalah mengukur kaya itu dari harta, alhasil kesehariannya digunakan untuk mengumpulkan harta dengan cara yang terkdang tidak syar’i, seperti beli kendaraan lewat leasing padahal mengandung riba dan dosa paling ringan dari riba yaitu seperti menzinai ibunya sendiri”, ungkap Ahmad Muslih.

“Sekularisme secara sederhana dikenal dengan pahamataupandangan yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama. Padahal kehidupan sehari-hari kita tak luput dari ajaran agama, mau makan baca doa, setelah makan berdoa, mau tidur baca doa, berpakain, berkendara, dan semua aktifitas ada doanya”, lanjut Ahmad Muslih.

Ust. Harun al-Rasyid dalam kajian menyebutkan macam –macam tasyabbuh; 1) didalam ibadah, jarang mengaji namun merasa nyaman lebih mengutamakan bermain game atau mencari keduniawian; 2) didalam ucapan, mengatakan happy birthday, met milad, dan lain sebagainya; 3) perbuatan,  merayakan tahun baru, valentine, menggunakan atribut non islam; 4) tasyabbuh dengan orang kafir, meniru lakon-lakon orang kafir.

“Adapun pengaruh dari Tasyabbuh yaitu 1) mendapat siksa Allah; 2) menjadikan kesesatan umat islam; 3) penyebab kebinasaan; 4) perbuatan dzolim; 5) mendapat celaan dari Allah dan Rosul; 6) perpecahan umat islam; 7) penyebab kekalahan umat islam”, papar Harun.

Adapun materi selanjutnya tentang wawasan pemilu, langsung disampaikan oleh Sekertaris DPW LDII Provinsi Lampung Drs. H. Heri Sensustadi, Heri mengatakan ini merupakan momentum yang sangat tepat karena diharapkan para pemilih pemula yakni pemuda LDII yang cerdas, supaya dapat menggunakan hak pilihnya dan kedepannya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Dalam pemilu 2019 ini, semoga kita bisa mendapatkan pemimpin yang amanah, sehingga terwujudnya masyarakat yang aman, damai dan sejahtera”, tutup Heri Sensustadi. (Ilham Saputra/LINES Lampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.