Bandarlampung (7/4) Musyawarah Nasional  IX LDII secara daring dan luring  di 409 titik DPD  (Dewan Perwakilan Daerah) LDII di seluruh wilayah Indonesia. dalam sambutanya secara daring di Istana Negara , Joko Widodo menyampaikan bahwa  Bhineka Tunggal Ika sebagai wadah untuk pemersatu bangsa untuk menumbuhkan sikap toleransi dan rukun agar mencapai kesamaan sikap. Maka dari itu beliau mengatakan bahwa organisasi keagaaman termasuk LDII harus  memiliki sikap toleransi yang tinggi dan terbuka terhadap pandangan keagamaan.

“sikap keras terhadap keagamaan harus dijauhkan dari Negara Indonesia yang tercinta ini,  Pemerintah sangat intoleransi terhadap sikap tersebut dan harus di berantas.  Sikap yang harus ditonjolkan yaitu sejuk, eklusif, dan ramah”.

Maka dari itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus menjunjung tinggi ideologi Negara dan UUD 1945. Maka dari itu  LDII sebagai organisasi keagamaan di Indonesia harus memiliki prinsip anti kekerasan dan menghargai tradisi warisan luhur bangsa yang telah diwariskan secara turun temurun.

“Pemerintah akan bersikap tegas terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi kebangsaan” tegasnya

Didampingi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Sekretaris Kabinet Pratikno, Jokowi mengamanatkan agar setiap organisasi masyarakat keagamaan melaksanakan empat hal. Yaitu, memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, menjunjung tinggi sikap toleransi, memiliki prinsip anti kekerasan, dan menghargai tradisi dan budaya lokal Indonesia yang berbhinneka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.