Jelang Rakernas, LDII Beri Masukan untuk Capres dan Cawapres

0
447

Bandar Lampung – (2/10) Serangkaian audiensi pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Lampung terus dilaksanakan. Setelah sebelumnya beraudiensi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Lampung, rombongan melanjutkan audiensi ke kantor Gubernur Provinsi Lampung, dan diterima langsung oleh Asisten Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Heri Suliyanto.

Selain menjalin silaturahim dengan para Forkompimda di lingkungan Provinsi Lampung, tujuan kedua adalah memohon saran dan pengarahan dari para pemangku kepentingan di Provinsi Lampung, karena insyaalloh tanggal 10 – 11 Oktober 2018 Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII akan melaksanakan Rakernas (Rapat Kerja Nasional) dengan Tema LDII Untuk Bangsa.

“Meskipun pelaksanaan Rakernas kali ini bersamaan dengan dengan tahun politik, meskipun dalam Rakernas insyaalloh akan dihadiri oleh kedua pasangan capres dan cawapres. Kami akan membahas berkaitan dengan isu-isu energi baru terbarukan, obat-obatan herbal serta berbagai hal yang bisa kami berikan untuk bangsa”, ujar Aditya.

Heri mengucapkan terimakasih kepada LDII karena tetap menjaga tali silaturahim dan berpesan agar hasil Rakernas berupa isu-isu energi dan obat-obatan herbal bisa diterapkan di Lampung.

“Kami harap hasil dari rakernas bisa dilaksanakan di provinsi lampung, berkaitan dengan isu energi berarti LDII harus lebih berkoordinasi lagi dengan dinas terkait, kalau terkait isu obat herbal berarti koordinasi dengan para UPTD” ujar Mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan Audiensi ini di hadiri oleh ketua DPW LDII Provinsi lampung dr. Aditya, M. Biomed, Wakil ketua Drs. Antoni Prawiranegara dan Ahmad Muslih, M.Pd.I, Kabiro Hubungan antar Lembaga Johan Wahyudi, S.Pd.I, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Lampung Achmad Chrisna Putra, Kepala Dinas Perhubungan Qudrootul Ikhwan dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Ir.Kusnardi. (Alvin Alessandro/LINES Lampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.