Jakarta (7/4). Wakil Kepala Badan Inteljen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Mabes Polri Polri Irjen. Pol. Drs. Suntana, M.Si., mengajak LDII sebagai ormas keagamaan agar bisa menjadi pelopor pintar dan cerdas berteknologi untuk menciptakan kerukunan antar masyarakat.

Negara Indonesia dengan letak geografis yang sangat startegis tentunya dapat dengan mudah dipengaruhi berbagai isu dari berbagai aspek. Isu-isu strategis yang saat ini sedang dialami oleh Indonesia antara lain yaitu dari bidang ekonomi, politik , sosial budaya, dan keamanan negara. Tidak mudah bagi Indonesia sebagai negara multikultural dengan berbagai suku dan budaya untuk menyelesaikan isu-isu nasional tersebut. Namun itu yang menjadi tantangan bersama untuk dapat mengolah keberagaman yang ada.

Indonesia saat ini sudah dalam tahap penerimaan digitalisasi atau relovusi 4.0 oleh masyarakat Indonesia. Terlebih lagi masa pademi yang memaksa masyarakat untuk bisa segera menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang ada. Namun pesatnya digitalisasi dan teknologi tentunya membawa dampak negatif.

Tidak sedikit pecahnya kerukunan antar masyarakat dan umat beragama yang disebabkan oleh informasi yang tidak benar atau hoaks yang dengan cepatnya dapat disebarluaskan oleh siapa pun. Hal terkecil yang dapat kita lakukan adalah sebagai pengingat bagi lingkup terkecil yaitu keluarga. Saling mengingatkan untuk tidak dengan mudahnya menyebarkan informasi yang belum tau kebenarannya dan informasi yang tidak pantas untuk disebarluaskan. Irjen. Pol. Drs. Suntana, M.Si., percaya bahwa LDII mampu mengambil peran sebagai pemimpin ulama dalam menginisiasi hal tersebut, yaitu tabayyun dalam menggunakan teknologi dan media sosial.

“Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam menjalankan tugas. Perlu bantuan yaitu dengan menjalin kemitraan dengan berbagai ormas untuk membangun dan menjaga indonesia yang penuh keberagamaan.” tambahnya.

Kapolda Lampung pada tahun 2018 tersebut juga mengajak LDII sebagai ormas keagamaan untuk pintar dan cerdas menggunakan teknologi. “Karena bisa membuat kerukunan antar kelompok antar suku dan bangsa terganggu, yaitu dengan hoaks, saya yakin  LDII bisa menjadi motivator dan inisiator untuk bisa hidup tentram di lingkungan masyarakat”. tutupnya (Wendi/Lines Lampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.