Jakarta(7/4) Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka secara resmi Musyawarah Nasional IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tahun 2021. Pembukaan dilakukan secara virtual dari Istana Negara Jakarta, hari ini Rabu (07/04) pagi.

Dalam pidatonya Jokowi menyampaikan tentang pentingnya merawat toleransi dan moderasi beragama. Jokowi juga menyampaikan bahwa sikap keras dalam beragama yang menimbulkan perpecahan tidak boleh berkembang.

“Sikap keras dalam beragama yang menimbulkan perpecahan tidak boleh ada di bumi pertiwi Indonesia” ujarnya.

“Kita harus berpedoman pada pandangan keagamaan yang sejuk, ramah dan mengedepankan toleransi serta menjauhi sikap keagamaan yang ekslusif” lanjutnya.

Lebih tegas kata Jokowi bahwa pemerintah akan bersikap tegas kepada segala tindakan intoleransi.

“Pemerintah akan bersikap tegas terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi kebangsaan” tegasnya

Didampingi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Sekretaris Kabinet Pratikno, Jokowi mengamanatkan agar setiap organisasi masyarakat keagamaan melaksanakan empat hal. Yaitu, memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, menjunjung tinggi sikap toleransi, memiliki prinsip anti kekerasan, dan menghargai tradisi dan budaya lokal Indonesia yang berbhinneka.

Sebelum itu, Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso melaporkan bahwa Munas ini diikuti oleh 150 orang peserta yang mengikuti secara luring dari Pondok Pesantren Minhajurrasyidin sekaligus sebagai studio utama dan 3600 orang peninjau yang mengikuti secara daring dari studio DPW, DPD, Pondok Pesantren dan Sekolah yang berada dalam binaan LDII di seluruh Indonesia. 150 orang peserta itu terdiri atas unsur DPP, DPW dan perwakilan DPD.

Sementara itu untuk Provinsi Lampung selain memberikan mandat sebgai peserta kepada dr. M. Aditya selaku Ketua DPW, juga dikuti oleh 260 orang peninjau yang tersebar di studio DPW, DPD dan Pondok Pesantren.

Menurut Sekretaris DPW, Heri Sensustadi, metoda Munas secara luring dan daring ini sengaja diambil mengingat kondisi pandemi covid-19 yang belum berakhir. Namun Heri mengaku tetap banyak hikmah yang bisa diambil.

“Munas ini sengaja dilaksanakan menggunakan metoda luring dan daring mengingat pandemi covid-19 yang belum berakhir. Walaupun begitu banyak hikmah yang bisa diambil. Yang pertama dan sangat membanggakan adalah Munas dibuka oleh Bapak Presiden. Kedua, bisa lebih banyak mengikut sertakan kader-kader untuk menambah wawasan dan pengalaman berorganisasi. Ketiga, biaya lebih hemat dengan hasil yang tetap maksimal,” ujarnya.

Heri juga mengatakan bahwa Munas yang dilaksanakan selama dua hari ini ditargetkan dapat menyusun program kerja yang kontributif dan adaftif, memilih Ketua Umum yang baru dan menyusun rekomendasi yang bermanfaat untuk bangsa dan negara. (Johan. LINES Lampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.