Cara Menyikapi Seseorang yang Datang Melamarmu

1
198
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)

M – E – L – A – M – A – R

Sebelum menuju jenjang pernikahan yang sakral seseorang harus melewati tahap melamar atau dilamar yang mana kata dasarnya adalah LAMAR, secara umum arti LAMAR adalah “menawarkan”.

Jadi jika seorang laki-laki MELAMAR seorang wanita artinya si Laki-laki/Perempuan menawarkan diri kepada si wanita/pria untuk menjadi seorang imam/makmum yang mendampingi dalam sisa hidupnya

Sebagai wanita apa sih yang harus dilakukan/ dipersiapkan?

  • Bermunajat kepada Allah

Cara no 1 ini udah ga bisa diganggu gugat ya gengs,  apapun pilihan hidup kita selalu libatkan Allah jangan merasa udah bisa ambil keputusan terbaik tanpa disertai Allah. Karena Allah adalah dzat yang maha tahu baik tampak maupun gaib maha tahu apa-apa yang belum kita ketahui. Seperti firman Allah  dalam surat Ar – Ra’du (13:9) yang artinya “ yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak, yang maha besar lagi maha tinggi”.

Jangan karena langsung merasa si dia cocok buat kamu idaman kamu selama ini lantas langsung diterima dan nggak kompromi sama Allah dulu. Perbanyak mendekat kepada Allah meminta diberikan petunjuk apakah si dia baik untukmu, bisa menjadi imam yang baik di sisa hidupmu dengan hidup bersama dia imanmu cintamu kepada rabmu semakin tebal. Perbanyak baca Al-quran, Hajat, istikhoroh, dzikir dan ibadah lainnya.

  • Cari info mengenai si dia

Cara ini bukan berarti kamu nannya ke dia langsung ya, kamu chatan sehari semalam telfonan sampe hp panas bahkan disambung charger pula biar ga lowbet, nanya hobi kamu apa, kamu anak keberapa, dll, bukan ya bukan begini. Kamu cari tahu melalui sahabat terdekat dia bagaimana sikap si dia dalam kehidupan sehari-hari, ketika marah apa yang biasa dilakukan, rajin atau tidak hadir dalam pengajian rutin, dengan lingkungan sekitar bagaimana.

Selain melalui sahabat terdekat bisa tu intip-intip melalui warga sekitar misal tanya ke penjaga masjid si dia rajin enggak datang ke masjid bagaimana sikap dia. Melalui sosial media juga bisa jadi pertimbangan, ya enggak 100% real si hanya setidaknya bisa jadi buat bahan penilaian apakah dia tipe orang yang suka banget upload foto selfi gaya sok kiyut, imut gitu, pamer barang branded, suka sok cool, atau suka curhat segala masalah hidupnya, suka sok gaya hidup gaya konglomerat ini kan bakal beratin kamu nantinya kalo km gak bisa nurutin kemauan dia bisa stres deh.

  • Diskusi sama orang tua

Nah dalam urusan penting gini jangan sampe enggak diskusi sama orang tua. Orang tua pastinya ingin yang terbaik buat anaknya. Jangan hanya nurutin ego, kamu pengennya sama si dia terus kamu nentang habis-habisan sama orang tua dengan memaksa km menikahi dia. Inget perrnikahan itu bukan hanya tentang kamu dan dia.

Tapi keluargamu dan keluarganya. Kalo dia emag orang yang menurutmu pas buat kamu yah yakinin orang tuamu. Buktikan kalau kamu sudah mampu menjadi mandiri dengan hidup bersama si dia. Dengan meminta restu orang tua agar pas hari H tidak hanya kamu dan dia yang bahagia tapi keluargamu keluarganya dan seluruh orang yang menyaksikan.

  • Kesiapanmu

Nah ini nih.. apakah kamu sudah siap melepas masa lajang :). Karena kalau kamu menerima lamaran seseorang artinya waktumu buat melajang akan berakhir. Dan kehidupanmu enggak bisa disamakan saat kamu masih sendiri. Yakinkan dirimu bahwa si dia adalah orang yang pantas untuk kamu dampingi dan mendapingimu.  Karena kalian nantinya akan berbagi air mata, tawa, makanan, kentut sekalipun akan dibagikan. Kalau kamu menerima lamaran dia atau lamaranmu di terima sama si dia jangan lupa sama surat Annisa ayat 4 yah :).

Bagaimana, apakah ada tips lain cara menyikapi saat lamaran datang?

Boleh juga share-share buat berbagi persiapan ilmu bagi yang belum dilamar, mau dan akan segera di lamar.

Penulis : Tri Puji Asih

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.