Alhamdulillah ya tidak terasa puasa tinggal 21 hari lagi hehe…

Yakin deh kalau diniati demi mencari pahala dari Allah SWT pasti akan terasa ringan. Berbuka puasa adalah momen yang sangat ditunggu setelah menahan haus dan lapar selama kurang lebih 13 jam. Bahkan membayangkan menu berbuka khas Indonesia seperti gorengan dan es buah saja membuat kita menelan ludah. Ah sudahlah..

Tapi tahukah kamu Nabi SAW biasa berbuka puasa sebelum salat dengan ruthab (kurma basah). Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Hal tersebut selaras dengan penjelasan medis yang menyarankan untuk berbuka puasa dengan yang manis. Tapi dalam kadar yang sesuai, karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Karena pada dasarnya tubuh kita pada saat puasa itu kadar glukosa dalam darah berkurang akibat sudah dipakai untuk energi aktivitas kita sehari-hari. Ketika kadar glukosa darah sudah kurang dari 70 mg/dL, maka tubuh akan memecah cadangan energi berupa lemak di tubuh kita untuk menghasilkan glukosa darah.

Nah, asupan gula yang berlebih itu juga tidak bagus loh. Misalnya karena kita sudah menahan lapar dan haus seharian, lalu saat berbuka kita makan terlalu banyak makanan atau minuman yang manis-manis. Hal tersebut dapat memicu lonjakan kadar gula dalam tubuh yang lama kelamaan jika menjadi kebiasaan dapat menjadi faktor resiko terjadinya penyakit diabetes melitus tipe 2.

Lalu sebaiknya bagaimana? Untuk menggantikan energi kita yang hilang maka kita membutuhkan asupan yang manis saat berbuka puasa. Kandungan gula dari makanan atau minuman manis dapat meningkatkan kadar gula darah yang turun selama berpuasa. Namun, kita harus hati-hati dalam memilih makanan yang manis, karena tidak semua hidangan manis saat berbuka puasa memiliki nilai gizi yang cukup untuk menggantikan nutrisi dan vitamin saat beraktivitas selama berpuasa. Jika salah memilih asupan maka akan berakibat mengantuk dan lemas setelah berbuka puasa. Padahal masih ada salat tarawih yang pahalanya luar biasa.

Ada sedikit tips nih dari dr. Suci Widya Primadhani yang juga alumni Pondok Pesantren Mahasiswa Baitusshodiq Bandar Lampung  dalam memilih asupan yang manis. Sebaiknya kita mengkonsumsi gula alami saat berbuka puasa agar nutrisi dan vitamin terisi kembali, seperti di bawah ini:

  1. Kurma

Kurma memang identik dengan bulan ramadhan karena merupakan bagian dari kebiasaan Nabi SAW dalam berbuka puasa. Selain itu, karbohidrat yang ada di buah kurma lebih mudah masuk ke dalam liver (hati), sehingga buah ini cocok dimakan saat berbuka puasa.

  1. Jus Buah

Cara lain dalam mengonsumsi buah-buahan yaitu dengan mengolahnya menjadi jus, tetapi dianjurkan tidak menggunakan gula tambahan karena pada dasarnya buah sudah memiliki kandungan gula dengan kadar yang cukup. Kita juga bisa mengubahnya menjadi smoothies dengan mengkombinasikan dengan sayur atau buah lainnya.

2. Madu

Madu memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih rendah dibanding gula, sehingga tidak membuat lonjakan kadar gula darah secepat gula biasa ketika dikonsumsi. Madu juga bisa dikombinasikan sebagai pemanis tambahan untuk jus buah yang kalian buat.

Berbuka puasa dengan yang manis atau bersama yang manis? Kenapa tidak jika bisa dengan keduanya. Tapi ingat dalam kandungan yang tepat dan tidak berlebihan. Semangat puasa semuanya…

 

(Wendi/LINES Lampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.