Walikota Minta LDII Bandarlampung Bantu Pemkot Tangani Covid-19

0
81
Wali Kota Bandarlampung Herman HN menghadiri pengukuhan Pengurus DPD LDII Kota Bandarlampung 2020-2025 di Gedung Semergou, Sabtu (23/1). Foto: Dok. Lines Lampung

Bandarlampung (23/01). LINES – Wali Kota Bandarlampung Herman HN meminta Pengurus DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bandarlampung 2020-2025 yang baru dikukuhkan, agar menyampaikan dakwah yang sejuk untuk membantu pemerintah kota memutus rantai penularan Covid-19 di Kota Tapis Berseri.

“Membantu pemerintah lewat dakwah bagaimana menerapkan 3M; memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, serta menjauhi kerumunan,” kata Herman HN di Gedung Semergou Pemkot setempat, Sabtu (23/01).

Herman HN menjabat Wali Kota Bandarlampung selama dua periode mengapresiasi LDII yang selama ini membantu pemerintah kota membangun agama kebersamaan dengan Ormas Islam lainnya.

“Pengurus yang baru semoga lebih baik lagi dari yang kemarin. Banyak berhubungan dengan masyarakat, mudah-mudahan menjadi amal ibadah,” ujar dia.

Herman HN berharap LDII menyampaikan dakwah yang menyejukkan dan mempersatukan umat muslim guna mencegah aksi-aksi terorisme.

“Ini tidak lain bagaimana daerah kita harus aman dan tenteram karena teroris tidak punya prikemanusiaan, membunuh sesama umat kita dan muslim, itu kan dosa”, Kata Herman HN.

Ketua DPW LDII Provinsi Lampung dr Aditya M Biomed, meminta agar pengurus DPD LDII Kota Bandar Lampung yang baru dilantik untuk menjaga sikap dan prilaku serta dekat dengan masyarakat.

“Orang-orang tidak tahu lagi kegiatan-kegiatan yang kita lakukan secara umum. Tapi dia melihat bagaimana tindakan yang kita kerjakan di masyarakat. Apa yang kita lakukan di tengah masyarakat adalah wajah LDII,” ungkap dr. Aditya.

Untuk mendukung pemerintah kota memutus rantai penularan Covid-19, Aditya yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bandarlampung, telah mengimbau tenaga kesehatan turut menyukseskan program pemerintah vaksinasi Covid-19.

“Anggota IDI yang sampai memprovokasi ikut-ikutan gerakan yang tidak jelas sumbernya. Bahkan menakut-nakuti masyarakat sehinga tidak suksesnya vaksinasi Covid-19. Kami akan langsung berikan teguran dan sanksi berhadapan dengan etik kedokteran Indonesia,” tegas dr. Aditya. (rls/rfs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.