Oleh: Agsha Intan Aulia 

Sebagai umat Islam yang wajib berpuasa Ramadhan, tentu sebagai orangtua kita ingin anak-anak kita memiliki pemahaman tentang kewajiban puasa Ramadhan, bukan? Nah, ternyata, orangtua dapat melatih berpuasa Ramadhan sejak kecil lho! Kira-kira ketika anak sudah usia berapa ya, bisa dilatih puasa Ramadhan? Yuk simak penjelasannya untuk tahu lebih lanjut!

Usia 3 sampai 4 Tahun

Pada usia ini, tentunya kita tidak bisa memaksa atau melatih anak untuk berpuasa ya, parents. Namun di usia ini, sesuai dengan perkembangannya, anak sudah mulai mengerti apa yang orangtua katakan. Kita perkenalkan pada mereka apa itu Bulan Ramadhan. Apa yang membedakan Bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya, mulai dari kegiatan, ibadah, dan lain-lain. Kita beritahu mereka bahwa di bulan ini orang Islam diwajibkan untuk menahan lapar dan haus mulai dari adzan shubuh hingga adzan maghrib. Tanamkan juga pada anak tentang pentingnya tertib saat shalat tarawih, meski mereka tidak mengikuti shalat sampai selesai, setidaknya cegah untuk membuat keribukan di masjid. Boleh juga dengan menceritakan dongeng-dongeng bertema Ramadhan setiap harinya agar Bulan Ramadhan semakin terasa familiar baginya. Selain itu, ajari anak untuk tidak makan di depan umum, atau di depan orang yang berpuasa, supaya tumbuh rasa menghargai dalam dirinya. Dan kita beritahu juga bahwa nanti ketika anak sudah mulai cukup umur akan diwajibkan melakukan puasa. Dengan memberitahunya informasi ini secara rutin, secara tidak sadar anak pun akan siap menjalani ibadah puasa Ramadhan ketika ia lebih besar nanti.

Usia 5 Sampai 6 Tahun

 

Di usia ini, anak sudah mengerti perintah dan apa yang terjadi di sekelilingnya. Ia mengerti mengapa saat pagi dan siang hari lingkungannya sepi saat bulan Ramadhan, jelas karena semua orang menjaga aktivitas yang tidak perlu di luar rumah agar stamina saat berpuasa tetap terjaga. Kita sebagai orangtua juga sudah boleh melatih mereka bangun dan ikut sahur, lalu mengajarkan puasa setengah hari kepada mereka. Yaitu berpuasa mulai adzan subuh hingga adzan dzuhur saja. Jika mereka bisa melakukannya dengan konsisten satu bulan penuh, itu sudah merupakan prestasi, lho. Selain itu jangan lupa, untuk menanamkan arti kejujuran saat mereka berpuasa. Buat anak mengerti bahwa mereka tidak boleh berbohong (misal: mokel atau minum/makan secara sembunyi-sembunyi) dalam menjalankan puasa mereka karena Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui.

Usia 7 Sampai 8 Tahun

Nah, ini adalah usia yang tepat bagi parents untuk melatih anak berpuasa satu hari penuh. Di usia ini anak sudah mengerti banyak hal dan sudah mendapat paparan pengaruh lingkungan sekitar. Maka kalau lingkungan sekitarnya menjalankan kewajiban puasa Ramadhan, insyaa Allah anak akan dengan mudah juga mengikuti. Jangan lupa untuk terus dipantau kejujurannya, juga pemahaman tentang shalat lima waktunya. Beri anak pemahaman bahwa kewajiban berpuasa bukan berarti mengesampingkan kewajiban shalat lima waktu. Selain itu, arahkan anak dan beri contoh untuk tidak melakukan hal-hal yang sia-sia saat berpuasa. Seperti tidur terlalu lama, main game tak kenal waktu, dan aktivitas-aktivitas nirfaedah lainnya. Arahkan dan beri contoh untuk melakukan kebaikan. Ajak mereka membaca Al-Qur’an, mendengarkan dan mencatat ceramah Ramadhan, membantu ibu mempersiapkan menu berbuka, berbagi takjil, dan kegiatan-kegiatan yang kaya manfaat lainnya. Ajarkan mereka juga untuk tertib dalam melaksanakan shalat tarawih dengan khusyu’ mengingat mereka seharusnya sudah mampu melakukan itu.

Nah, parents, demikianlah penjelasan tentang mengajarkan anak berpuasa sesuai usianya. Mulai dari usia 3 tahun, kita membuat mereka familiar dengan Bulan Ramadhan. Setelah itu mulai mengajarkan puasa setengah hari saat anak menginjak usia 5 tahun. Setelah itu ketika ia sudah berusia lebih matang atau sekitar 7 tahun, barulah kita latih mereka untuk berpuasa satu hari penuh dengan jujur dan tetap memperhatikan shalat lima waktunya. Insyaa Allah dengan kesabaran dan optimisme parents mengajarkan anak-anak tentang ibadah puasa Ramadhan, kita dapat mencetak generasi-generasi muda yang kuat imannya dan cinta pada agamanya. Aamiin yaa rabbbal ‘alamin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.