Home Blog

SAKOSPN Cabang Mesuji Resmi di lantik

0
Foto Bersama Setelah Pelatikan

ldiilampung.com Mesuji (13/08) Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (SAKO SPN) cabang Mesuji Resmi menjadi bagian dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mesuji, setelah kak Magyo selaku Pelatih Kwarcab melantik dan mengukuhkan Majelis Pembimbing  dan Pimpinan SAKO SPN cabang Mesuji pada Selasa,13 Agustus 2019 di halaman masjid Jami’atul Huda, Gedung Mulya, Kabupaten Mesuji.

Hadir dalam acara tersebut Kak Ahmad Muslih Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, Kak Heri Selaku Pinsakoda SPN Lampung, kak Dedi agusnanto  Sekretaris Kwarcab Mesuji beserta Rombongan, Kak Johan Selaku sekretaris Sako SPN Lampung, Kak Harsono Selaku Mabisa Desa Gedung Mulya dan tamu undangan lain.

Kak Heri selaku pinsakoda SPN lampung dalam sambutanya menyampaikan selamat dan  berharap para pengurus yang dilantik bisa amanah dalam membina generasi muda.

“Alhamdulillah, Sako SPN cabang Mesuji menjadi yang ke -11 secara resmi dilantik, mohon kepada kakak di Kwarcab Mesuji, untuk membimbing pengurus yang baru di lantik. karena Sako SPN ini adalah gerakan pramuka berbasis masjid kak, jadi nanti jangan heran bila kakak kwarcab mesuji terpusat di masjid masjid”. ujar kak heri sambil di sambut tepuk tangan peserta.

sementara itu kak Magyo selaku mewakili ka kwarcab mesuji dalam pelantikan tersebut, menyampaikan bahwa pramuka memiliki nilai yang sangat fleksibel.

“barang siapa yang menghendaki dunia maka harus dengan ilmu, barang siapa yang menghendaki ahirat juga dengan ilmu, lalu jika mengehndaki keduanya maka dengan ilmu, oleh karena ilmu yang ada di pramuka semoga bisa di manfaatkan untuk memperoleh dunia dan ahirat”. tutupnya

kak dedi selaku sekretaris juga menyampaikan” sekarang kita bersaudara dalama gerakan pramuka”.tutupnya

Keutamaan Puasa Arafah, Akan diampuni Dosa 1 Tahun Sebelum dan Sesudah

0
keutamaan puasa arafah

Hingga saat ini kita masih diberikan umur panjang oleh Allah SWT, itu artinya kita masih diberikan kesempatan untuk memperbanyak Ibadah baik yang wajib maupun sunnah sebagai bekal yang akan kita bawa kelak diakhirat.

LDII Lampung Hadiri Silaturahmi Da’i Kamtibmas Lintas Agama Polda Lampung

0

Bandar Lampung (6/8). Kepolisian Daerah Provinsi Lampung konsisten berusaha menjaga stabilitas keamaan di Provinsi Lampung, langkah yang di ambil adalah dengan merangkul para da’i dari lintas agama. para da’i berperan menyebarkan dakwah yang menyejukan dan tidak provokatif.  Silatuhmahmi para da’i Kamtibmas Polda Lampung ini di gelar di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi dengan para da’i Kamtibmas, guna menjaga provinsi Lampung yang kondusif.

“Menjalin komunikasi dan kordinasi antar dai Kamtibmas sekaligus untuk menambah wawasan Kamtibmas di wilayah Polda Lampung, meningkatkan peran aktif para dai kamtibmas sebagai mitra kamtibmas guna menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Polda Lampung.” Ujar AKBP A.A. Napitupulu selaku ketua pelaksana

Di sela-sela kegiatan, sekretaris DPW LDII Lampung Drs. H. Heri Sensustadi menyampaikan LDII selalu mendukung kegiatan yang bertujuan menjaga kerukunan dan kebersamaan.

“Saya berterimakasih kepada Polda Lampung sudah menjadi fasilitator kami para umat beragama untuk saling bersilaturahim, menyatukan frekuensi dalam menjaga kerukunan antar umat agama”, ujar Heri yang juga selaku Sekertaris DP MUI Provinsi Lampung.

Dalam silaturahmi ini, mewakili DPW LDII Provinsi Lampung di antaranya Ketua Dewan Penasihat H. Narso, S.Sos, Anggota Dewan Penasihat H. Rahmat Hidayat Habibulloh,S.Pd.I Sekretaris DPW Drs. H. Heri Sensustadi, Kabiro Hubungan Antar Lembaga Johan Wahyudi,S.Pd.I, Anggota Biro Pemuda, Kepanduan ,Olahraga dan Seni Budaya Anggi Aris Adityawan,A.Md

Kajian FMI: Kenali Ancaman Keutuhan NKRI

0

Bandar Lampung – Ratusan mahasiswa dari berbagai Universitas yang ada di Lampung tergabung dalam Forum Mahasiswa Islam (FMI) binaan DPW LDII provinsi Lampung menggelar kajian rutin bulanan pada Ahad (4/8/2019).

Kajian yang gelar digelar di Masjid At Taubah, Tanjung Senang, Bandar Lampung, mengundang Ka. Biro KIM (Komunikasi Informasi dan Media) DPW LDII Lampung yang juga Ketua RCC (Riba Crisis Center) Lampung, Gunawan Kesuma Yhuda sebagai pemateri.

Dalam pemaparannya, Gunawan Kesuma Yhuda menyampaikan bahwa sampai saat ini hingga mendekati kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 kondisi bangsa masih tetap dijajah.

“Penjajahan itu memang tampak tidak nyata karena musuh menggunakan strategi Proxy War. Karena para musuh sadar bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar, maka salah satu strategi Proxy War yang dilakukan yaitu menyebarkan dan menyuburkan riba di Indonesia”, ujar Gunawan.

“Para musuh paham dengan riba umat islam dapat dijauhkan dari nilai-nilai agama terutama ketauhidannya, sehingga ini lambat laun bisa menjauhkan umat Islam dari nilai & moral Pancasila dan menjauhkan pertolongan Allah SWT kepada umat Islam”, lanjut Gunawan.

Selain itu strategi para musuh juga dengan menyebarkan narkoba, mengkampanyekan LGBT, dan mengajak umat muslim sibuk berpolitik supaya jauh dari masjid.

“Paling utama melemahkan umat Islamnya. Ini karena muslim merupakan penduduk terbesar dan dianggap sebagai benteng pertahanan terakhir NKRI,” terangnya.

Selanjutnya Gunawan juga berpesan agar para mahasiswa mengenali strategi Proxy War musuh. Kemudian mengambil peran penting terutama membantu menyadarakan masyarakat dari jeratan riba.

“Bila masyarakat tetap diliputi riba maka akan jauh dari pertolongan Allah SWT dan musuh pun lebih mudah menghabisi kita,” jelas Gunawan. (Yahya Saiful/LINES Lampung).

Bakti Sosial PPM Baitussodiq Bersama TNI

0

Rajabasa (30/7). Bakti sosial merupakan salah satu kegiatan wujud kepedulian antara sesama manusia di lingkungan masyarakat. Dengan bakti sosial, kita dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan semangat untuk menemukan inspirasi baru. Dengan bakti sosial, kita akan merasakan indahnya berbagi dengan sesama. Kita pun bisa lebih memahami begitu banyaknya hal dari diri sendiri yang bisa disyukuri daripada hanya dikeluhkan.

Selaras dengan hal tersebut, PPM Baitussodiq  Rajabasa Bandar Lampung pada Kamis, 30 Juli 2019 melakukan kegiatan Bakti sosial di Kampung Sinar Harapan, Bandar Lampung Dalam kegiatan ini, PPM Baitussodiq Bandar Lampung didampingi PC LDII Rajabasa turut memberikan sumbangsih berupa bibit tanaman sayuran yang diserahkan kepada TNI melalui kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) yang sedang dilakukan di desa tersebut.

Para mahasiswa dan mahasiswi ikut serta mengunjungi area-area pembangunan di Kecamatan Sinar Harapan, yang merupakan daerah paling ujung perbatasan antara Kota Bandar lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. Area-area yang ditelusuri meliputi area pembuatan sumur bor, area pembuatan lapangan bulutangkis, area pengecoran TPA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir), area pembuatan gorong-gorong, area pembuatan sumur bor, area gang-gang jalanan yang di aspal, dan juga beberapa rumah yang dibedah.

Kegiatan ini merupakan wujud bakti sosial PPM Baitussodiq  dalam hal agrowisata yang sedang dikembangkan di area-area sekitar pondok pesantren mahasiwa, dengan dukungan para mahasiswa dan mahasiswi fakultas pertanian dan berbagai jurusan lain yang serumpun. Tujuannya supaya mereka bisa lebih memahami ilmu-ilmunya dan dapat mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh tersebut secara langsung di lapangan.

Dengan melakukan kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa dan mahasiswi dapat tumbuh rasa saling peduli lagi kepada masyarakat sekitar. Juga dengan tanaman-tanaman sayuran yang sudah mulai dikembangkan, harapannya kedepan pun, hal ini dapat menjadi sarana untuk penyediaan bahan-bahan sayuran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. 

Lebih jauh lagi, diharapkan PPM Baitussodiq Bandar Lampung dapat mewujudkan area hijau dengan berbagai jenis tanaman-tanaman sayuran dan tanaman holtikultura disekitarnya yang berbasis kebun.

Konsolidasi Organisasi, LDII Lampung Bahas Penguatan Kelembagaan

0

Tulang Bawang Barat (28/7). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berusaha meningkatkan peran di masyarakat, mulai dari tingkat pusat sampai ke kelurahan.

Menyadari pentingnya hal tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Lampung melaksanakan Konsolidasi Organisasi Triwulan Ke-2 dengan Tema “Penguatan Kelembagaan Menuju Organisasi yang Profesional dan Bermartabat”, di laksanakan di Way Abung, Tulang Bawang Barat.

Sebagai organisasi kemasyarakatan, perlu selalu meningkatkan peran kepada masyarakat.

“Organisasi supaya bisa meningkatkan peranya dalam masyarakat, khususnya di tingkat kecamatan dalam hal ini tugas Pimpinan Cabang dan Kelurahan tugas Pimpinan Anak Cabang”, Ujar Sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung Drs. H. Heri Sensustadi

“Contoh nyata yang bisa dilakukan oleh para ketua PC dan PAC adalah bisa selalu menyambung silaturahim dan selalu berkomunikasi dengan Camat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas dll”, imbuh Drs. Heri Sensustadi yang juga menjabat sebagai Sekretaris MUI Provinsi Lampung.

Pengurus DPW LDII Provinsi Lampung  yang hadir di antaranya Wakil Ketua H. Fahdian Iskandar, S.E, Sekretaris Drs. H.Heri Sensustadi, Wakil Sekretaris Ahmat Nurdin,S.Pd, Bendahara H. Suhaimi, S.Sos, Kabiro Hukum Ngadimin, S.H.,M.H, Kabiro Hubungan Antar Lembaga Johan Wahyudi,S.Pd.I.

Sako SPN Pramuka Bandar Lampung Gelar Cinta Alam Indonesia

0

Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) kota Bandar Lampung, menggelar Perkemahan Cinta Alam Indonesia bagi anggotanya dari tanggal 11-13 Juli 2019, di Taman Hutan Wisata Wan Abdurrahman, Tahura, kab.Pesawaran.

Ketua panitia Danang Samudra mengatakan, perkemahan Cinta Alam Indonesia diikuti oleh 135 peserta penegak mewakili gudep masing-masing.

Dalam sambutannya ketua Sakocab SPN kota Bandar Lampung Tri Sutanto, ada 3 hal tujuan diadakannya perkemahan penguatan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, penanaman nilai-nilai cinta alam, serta peningkatan keshalehan pribadi dan keshalehan sosial melalui perkemahan di alam terbuka. Tujuan tersebut didasarkan atas dasa dharma Pramuka.

Melalui perkemahan Cinta Alam Indonesia, diharapkan para generasi muda mempunyai kepekaan individu dan sosial, saling menghargai sesama mahluk Tuhan seperti alam disekitarnya, bisa saling tolong menolong sesama dalam menghadapi masalah di alam terbuka, juga mempunyai 6 tabiat luhur yaitu jujur, amanah, penuh kesederhanaan, rukun, kompak serta bisa bekerja sama, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus berdasarkan 4 Konsensus Dasar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka tunggal ika, NKRI) demikian Heri Sensustadi ketua Sakoda SPN Daerah Lampung juga Andu kwarda Lampung saat memberikan materi. (Heri/LINES Lampung)

Generus LDII Pasir Sakti Gelar Asrama Al Qu’ran-Hadist

0

Lampung Timur – Bertempat di Pondok Pesantren Baitul Muttaqin Mulyosari, Pasir Sakti Lampung Timur, Korwil LDII Pasir Sakti Lampung Timur, menyelenggarakan Pengajian Liburan Semester Genap tahun 2019. Kegiatan dilaksanakan dari tgl 22 s.d 26 Juni 2019, yg diikuti oleh lebih kurang 150 anak, dengan tema “Kepemimpinan dan Ketaatan.”

Pada tanggal 25 Juni 2019, jam 09.00 WIB Pengurus PC LDII Pasir Sakti Lampung Timur Hi Wasis Susilo, Didik Rosadi, M Sakur, M Sopan BW, Ibu Yani dan Ibu Endang menerima kunjungan Camat Pasir Sakti Titin Wahyuni, M.Pd dalam rangka pembinaan, motivasi dan monitoring kegiatan pengajian liburan semester genap th 2019 tingkat SLTA di Korwil LDII Pasir Sakti Lampung Timur.

Dalam kunjungan ini Titin mengatakan “Para pemuda khususnya pemuda LDII harus bisa mencapai cita-citanya, dari LDII insyaallah akan lahir pemimpin yg berkarakter, amanah, jujur, berakhlakul karimah, profesional dan religius sehingga, jadi Lurah, Camat, Bupati Gubernur, Presiden yang jujur dan amanah, dan Saya bangga dengan pemuda-i LDII di masa libur sekolah kalian masih semangat mencari ilmu agama”.

“Pengurus LDII supaya meneruskan pembinaan ini, secara terprogram, kontinyu dan berkesinambungan, sebab hanya dengan cara seperti ini, bisa menjaga moral generasi muda dari dekadensi moral dan kerusakan zaman akhir”, pesan Titin. (Mada/Lines Lampung)

Sakocab Pringsewu Gelar Gelang Ajar Bagi Pembina Sako SPN

0

Pringsewu, (21/06). Terhitung sejak tanggal 28 Oktober 2017 pengurus masjid Baitul Izza, Pringsewu Barat telah berhasil menggabungkan diri dengan gerakan Pramuka berbasis masjid yang diberi nama Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (SAKO SPN). Gerakan Pramuka berbasis masjid ini diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda yang aktif, kreatif, dan religius.

Dalam kurun waktu dua tahun ini, pengurus Sakocab Pringsewu telah berhasil menjalankan beberapa program kerja tahunan, seperti pelantikan Mabi dan Pin Sakocab Pringsewu, dilanjutkan dengan perkemahan Sabtu Minggu, Temu Penegak dan Pandega (TPPD) se-Lampung, Festival Anak Pramuka Shalih (FASKA), dan baru-baru ini telah berhasil menyelenggarakan acara Gelang Ajar bagi pembina Sako SPN dengan tema “Meningkatkan kompetensi pembina Pramuka”.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembina Pramuka dalam membimbing peserta didiknya. Peningkatan kualitas pembina Pramuka sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu kegiatan peserta didik yaitu dengan adanya sajian kegiatan-kegiatan bermutu oleh pembina Pramuka yang bermutu sehingga dapat mencetak peserta didik yang bermutu pula.

Turut di undang dalam acara ini pembina-pembina Sakocab Lampung Tengah dan Tanggamus, serta secara resmi dibuka oleh Kak Heri Sensustadi selaku Pin Sakoda Lampung. Dalam sambutannya Heri menjelaskan bahwa Pramuka adalah kegiatan yang berisi kegembiraan dan tidak ada perbedaan. “Di dalam Pramuka, semua harus gembira, semua harus senang. Tidak ada perbedaan diantara kita, semua sama” tegas kak Heri.

Dalam pemaparannya, Kak Johan Wahyudi selaku sekretaris Sakoda Lampung menjelaskan tentang nama Gelang Ajar. “Di Pramuka itu semua sama. Dalam “Gelang Ajar” terdapat dua kata gelang dan Ajar. Gelang berarti saling bergandengan dan menyatu dan ajar berarti saling memberikan ajaran atau ilmu” jelasnya.

Acara yang bertempat di halaman masjid Baitul Izza, Pringsewu barat ini dihadiri oleh sekitar 200 pembina dari tiga Kwarcab dan berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 19, 20, dan 21 Juni 2019. Acara dibuka dengan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan materi kepramukaan oleh kak Dian Amirudin, Kak Dika Adinayuha, dan Kak Amrullah Sabirin.

Pada hari kedua dilaksanakan senam bersama sekaligus pembagian regu dilanjut outbond serta unjuk kreativitas masing-masing regu dan ditutup dengan upacara penutupan api unggun. Pagi hari tanggal 21 peserta gelang ajar dipersilahkan untuk membongkar tenda dan sayonara. (Yustika Zulfa/Lines Lampung)

LDII : Halal Bi Halal Merajut Keindahan Ukhuwah

0

Bandar Lampung, Kamis (20/06). Pemerintah Daerah Provinsi Lampung menggelar halal bi halal, di halaman kantor gubernur antara Gubernur-Wakil Gubernur dengan Forkopimda, bupati/walikota se-Provinsi Lampung, tokoh agama, tokoh masyarakat.

Plt. Sekda selaku ketua panitia melaporkan bahwa acara halal bi halal ini bertujuan meningkatkan silaturahmi, koordinasi, dan sinergitas antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/kota, instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, sehingga program Pemerintah Provinsi Lampung yang telah dicanangkan dapat berjalan dengan baik, efektif dan efisien, demikian kata Taufik hidayat.

Sementara gubernur Lampung, Arinal Junaidi, mengawali sambutannya” saya pribadi, keluarga, jajaran Pemerintah Provinsi Lampung mohon maaf apabila ada kesalahan, kekhilafan dalam bertindak, atau ucapan , saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling memaafkan,  meningkatkan kembali ukhuwah, merajut kembali keindahan  kebersamaan.
Saya sudah tak sabar untuk  membangun Lampung yang lebih maju lagi, siapa lagi kalau bukan kita-kapan lagi kalau bukan sekarang, disambut dengan tepuk tangan hadirin.

Visi dan misi pemerintah Provinsi Lampung sering saya sampaikan, baik pada saat kampanye, maupun kepada jajaran pejabat Pemerintah Daerah, namun pada kesempatan ini akan saya sampaikan kembali visi,  adapun visi kami “Lampung yang berjaya, masyarakat yang aman, berbudaya, maju dan berdaya saing untuk menuju kesejahteraan “. demikian kata Arinal yang disambut dengan tepuk tangan hadirin.

Hadir dalam acara halal bi halal, Forkopimda, bupati/walikota se-Provinsi Lampung, tokoh agama, tokoh masyarakat,  baik NU, Muhammadiyah, LDII, Fokmal, M Pal, PKK, IWAPI, PGRI, dll. Mewakili LDII , H. Narso, H. Antoni Prawiranegara,  H. Heri Sensus tadi, Ahmad Nurdin , Anggi Aris Adityawan, H. Miftah Falah, H. Ngadimin. (Heri/LINES Lampung)

Merawat Jati Diri Bangsa dalam Suasana Perbedaan

0

Jakarta (18/6). Anugerah terbesar bagi bangsa Indonesia, karena Allah memberikan negeri ini Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara. Dengan adanya Pancasila, bangsa Indonesia terus terhindar dari perpecahan. Indonesia tetap utuh meskipun negara lain seperti Yugoslavia dan Uni Sovyet runtuh.

“Allah memberi anugerah kepada bangsa ini dengan Pancasila, yang mampu menyatukan ribuan suku dan Bahasa serta agama, sehingga perbedaan di Indonesia muncul sebagai keberagaman dalam kebersamaan dan persatuan,” ujar Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso.

Untuk membumikan perbedaan merupakan jati diri bangsa Indonesia, DPP LDII menggelar silaturahim Syawal dengan tema “Merajut Keindahan Ukhuwah, Melestarikan Jati Diri Bangsa”. Tema ini relevan untuk mengingatkan kembali, bahwa keberagaman bangsa Indonesia merupakan modal besar dalam pembangunan.

“Keindahan ukhuwah dapat dilihat dari bangsa ini, berbeda namun bisa tetap satu. Bangsa Indonesia teruji dalam berbagai peristiwa bersejarah, hingga tetap kokoh. Inilah yang jadi modal bangsa ini untuk menjadi bangsa yang besar,” imbuh Chriswanto Santoso.

Namun Chriswanto mengingatkan, meskipun Pancasila telah menjadi konsensus nasional, setiap individu masyarakat memiliki kewajiban dalam merawat jati diri bangsa tersebut. Chriswanto mengingatkan terdapat etika atau adab dalam suasana yang beragam, apalagi dalam memahami perbedaan pendapat, adat istiadat, budaya, bahkan dalam pandangan ideologi.

Tak bisa ditampik dalam suasana perbedaan, setiap orang memiliki perasaan superior, untuk itu hal yang pertama dilakukan dalam menyikapi perbedaan adalah pertama, berlapang dada dalam menerima nasehat, masukan, bahkan kritik. Dalam perbedaan pendapat, lapang dada menjadi penting untuk menghindarkan seseorang merasa lebih dibanding yang lain, “Bila ada yang merasa lebih dan sulit menerima nasehat atau masukan. Inilah awal perpecahan,” ujar Chriswanto.

Kedua, selalu berkata yang baik walaupun fenomena yang dihadapi adalah peristiwa yang tak menyenangkan. Perkataan yang santun dapat menghindarkan diri dari benturan sosial, “Apalagi Indonesia terdiri dari berbagai suku dan budaya,” imbuh Chriswanto. Allah pun memerintahkan umat Islam untuk berkata-kata dengan baik, walaupun sifatnya menegur atau menyampaikan perbedaan pendapat.

Ketiga, menurut Chriswantro, perbedaan disikapi dengan musyawarah. Umat Islam di Indonesia terbiasa dengan musyawarah, karena hal tersebut diatur pula dalam agama Islam. Bangsa Indonesia, terbiasa dengan musyawarah mufakat, bahkan musyawarah masuk ke dalam sila keempat, yang merupakan ajaran Islam dan salah satu tradisi luhur bangsa Indonesia.

Musyawarah untuk mufakat ini menghindarkan diri dari dominasi segolongan atas golongan lainnya. Sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar adil bagi semua pihak, “Bayangkan tanpa musyawarah, keputusan hanya diwarnai dengan adu mulut yang justru menjadi pemicu perpecahan,” ungkap Chriswanto.

Dalam acara silaturahim Syawal ini, DPP LDII berharap, perbedaan merupakan jati diri bangsa Indonesia. Perbedaan bukanlah suatu hambatan, namun bisa dikelola menjadi modal besar dalam pembangunan. Perbedaan adalah keadaan untuk saling melengkapi satu sama lain, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman. (rls)

LDII Pringsewu dan Tanggamus Gelar Silaturrahim dan Halal Bihalal

0

Pringsewu, (9/06). Pengurus DPD LDII kabupaten Pringsewu dan Tanggamus menggelar acara silaturrahim dan halal bihalal bertempat di halaman masjid Baitul Izza, Pringsewu Barat. Acara ini sebagai wadah pengurus DPD LDII untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyyah warga LDII demi meraih ridho Robbul-Izzati.

Dalam kalangan masyarakat pada umumnya, halal bihalal diartikan sebagai kebebasan untuk bertemu dan bersapa salam terhadap seluruh kalangan baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini berbanding terbalik dengan halal bihalal yang diselenggarakan oleh pengurus DPD LDII yang bermaksud menghalalkan hati untuk dapat ikhlas memaafkan segala kesalahan-kesalahan.

“Acara ini sebagai cara untuk mensucikan diri, saling menghalalkan segala kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan, saling bermaaf-maafan sehingga dapat menjadi hamba yang suci dari dosa-dosa” jelas Supriyono selaku ketua panitia penyelenggara.

Turut hadir pula dalam acara iniketua DPD LDII Tanggamus Agung Basori, S.Pd, MM dan Suryo Susanto, S.Pd selaku Wanhatda sekaligus memberikan sambutan. Suryo menjelaskan bahwa acara halal bihalal ini merupakan pengajian Akbar yang bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim dengan sesama. Beliau mengingatkan untuk tetap beribadah kepada Allah selepas bulan ramadhan. “Setelah bulan ramadhan usai, jangan lupa untuk tetap beribadah kepada Allah” lanjutnya.

Antusiasme jamaah untuk mengikuti acara ini sangat tinggi. Berdasarkan laporan panitia terdapat sekitar 2500 jamaah memenuhi halaman masjid Baitul Izza.

Acara silaturrahim dan halal bihalal ini merupakan program kerja DPD LDII Pringsewu dan Tanggamus sekaligus merupakan acara yang rutin diselenggarakan di setiap tahunnya setelah Idulfitri.

Tidak hanya itu, acara silaturrahim dan halal bihalal juga menampilkan berbagai atraksi pencak silat ASAD dan menampilkan anak didik yang berhasil menjadi tahfidzul Qur’an. Pengurus DPD LDII memberikan apresiasi berupa uang pembinaan terhadap anak didik yang berprestasi. (Yustika, Intan – LINES Lampung)