Home / Berita LDII Lampung / Pengajian FMI: Semangat Perjuangan Agama dan Manajemen Cinta

Pengajian FMI: Semangat Perjuangan Agama dan Manajemen Cinta

Serbajadi, Minggu (8/4) – Cinta dan perjuangan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Demi meraih cinta sebuah perjuangan besar akan dilakukan. Tak heran jika cinta dan perjuangan merupakan kata-kata yang terus berdenging dalam kehidupan remaja dan mampu menghipnotis melakukan sesuatu dengan semangat.

Remaja memang sebagai subjek yang sensitif jika membahas kata cinta dan perjuangan. Oleh sebab itu, DPD LDII Bandar Lampung yang bekerja sama dengan Forum Mahasiswa Islam (FMI) menghimpun mahasiswa/i Bandar Lampung dalam kajian bulanan untuk memberikan arahan arti cinta dan perjuangan yang sesungguhnya.

Kajian yang berlangsung di Masjid Al-Barokah Kelurahan Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan yang mengusung tema “Semangat Perjuangan Agama dan Menejemen cinta”. Kegiatan ini dihadiri oleh 117 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Bandar Lampung.

Semangat Perjuangan Agama dan Manajemen Cinta diangkat sebagai tema agar remaja tidak salah dalam memperjuangkan cinta yang akhirnya akan menyesatkan dan merugikan diri sendiri.

Allah berfirman dalam surat Al-Qasas ayat 78, yang artinya :

Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

Ayat di atas menceritakan kisah Karun yang begitu mencintai kekayaan. Ia merasa kekayaan tersebut diperoleh atas ilmunya. Padahal semua itu berasa dari pemberian Allah.

Fathurrohamn juga menambahkan berlebihan dalam mencintai harta akan menyesatkan, menjadikan diri sombong, ambisi pada kehidupan dunia semakin besar dan menjauhkan cinta pada Allah. Tanamkan cinta pada Allah dengan semangat perjuangan yang berpedoman pada Quran dan Hadist.

“Carilah harta dunia sebagai jembatan menuju surga Allah. Gunakan pundi-pundi rupiah untuk Sodaqoh,  Zakat, membeli alat-alat penunjang ibadah, yang mana hal itu adalah wujud cinta dan perjuangan kita pada Allah”, ujar Fathurrohman.

“Jangan mudah tercengang dengan harta benda yang dimiliki orang lain. Karna hal itu akan memicu hati menjadi lebih cinta pada dunia” Pesan Fathurrohman selaku narasumber.

Jadikanlah cinta pada Allah lebih mendominasi hati daripada cinta dunia dan berjuang menuju surga Allah menjadi prioritas utama. (Asih, Rizky/Lines Lampung)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Powered by themekiller.com