Home / Berita LDII Lampung / SAKO SPN Lampung Timur Kuatkan Karakter Pancasila Lewat Persami
Kak Heri mengisi materi sako spn di lampung timur
Kak Heri mengisi materi sako spn di lampung timur

SAKO SPN Lampung Timur Kuatkan Karakter Pancasila Lewat Persami

Lampung Timur – Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (SAKO SPN) Kabupaten Lampung Timur mengadakan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) untuk membangun pemuda berkarakter pancasila. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Masjid Tangkil (6-7/02).

Persami kali ini dibuka oleh Pinsako SPN Provinsi Lampung Drs H Heri Sensustadi. Malam harinya diadakan materi SAKO oleh Kak Heri, pergelaran api unggun, upacara, atraksi persinas ASAD, hiburan dan renungan malam.

Sedangkan pada minggu pagi digelar senam pagi, lomba memasak untuk sarapan, kemudian dilanjut hiking dan permaianan pramuka yang masing-masing kegiatan memiliki output kekompakan, kedisiplinan, kerjasama, amanat dan wawasan kebangsaan.

Kak Heri Sensustadi memaparkan bahwa hubungan sosial memiliki peranan penting dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila.

“Bahwa didalam pramuka harus terjadi adanya hubungan interpersonal dan intrapersonal yang baik. Pramuka itu terdiri dari siaga, penggalang, penegak/pandega. Siaga itu usia 6-10 tahun, penggalang berusia 11-15 tahun, dan penegak/pandega berusia 15-25 tahun,” ujar Kak Heri.

Kak Heri juga mengajak para peserta untuk tidak minder dan beretika. “Pramuka sudah sepantasnya tidak memiliki sifat malu dan minder, jika bertemu siapa saja yang mengenakan pakaian pramuka harus siap berinteraksi. Pramuka itu bebas dimana-mana yang artinya bebas dengan etika dan tata krama,” lanjut Sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung ini.

Kak Heri juga mengajak para peserta untuk menanamkan dalam jiwanya untuk menguatkan pengamalan sila ke-1 dari Pancasila.

“Pramuka juga harus memiliki kefahaman yang bagus, mantab, kemudian diikuti dengan komunikasi yang baik, dan profesi untuk menjadikan pemuda yang profesional religius. Semoga kegiatan pramuka ini bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Terutama bisa membangun softskill pribadi kita, mengembangkan pramuka untuk menerapkan 6 thobiat luhur. Kita hidup dikalangan masyarakat, ada yang beragama islam, kristen, budha, ini kita harus menghormati, jadi pramuka harus memiliki karakter seperti itu,” tutup Kak Heri.

Selama kegiatan peserta juga melangsungkan yel-yel untuk semakin menghidupkan suasana. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 150 peserta penegak hingga minggu siang.

Powered by themekiller.com