Home / Pengamalan / Puasa Asyuro ditanggal 10 Bulan Muharram
puasa muharram
puasa muharram

Puasa Asyuro ditanggal 10 Bulan Muharram

Puasa Asyuro  2015 – Alhamdulilah segala puji bagi Allah yang memeberikan kita nikmat berupa umur yang panjang dan kesehatan,dan sebagainya yang tak terhitung jumlahnya, tidak terasa hari demi hari telah berlalu yang Alhamdulilah sebelumnya kita sudah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan, Idhul fitri, kemudian puasa arofah tanggal 9  Zulhijjah, dan dilanjutkan ibadah kurban pada hari esoknya, dan Alhamdulilah insya Allah kita akan menjumpai Ibadah sunah yang memiliki keutamaan yang luar biasa yaitu Puasa Asyuro.

Apakah puasa asyura itu ?

Hari Asyura atau 10 Muharram adalah hari yang agung, pada hari tersebut Allah menyelamatkan nabi Musa dan Harun AS salam dan Bani Israil dari pengejaran Fir’aun dan bala tentaranya di Laut Merah. Untuk mensyukuri nikmat yang agung tersebut, kaum Yahudi diperintahkan untuk melaksanakan puasa Asyura. Perhatikan dalil berikut :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا، قَالَ: قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِينَةَ فَرَأَى اليَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «مَا هَذَا؟»، قَالُوا: هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى الله بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ، فَصَامَهُ مُوسَى، قَالَ: «فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ»، فَصَامَهُ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Nabi shallallalhu ‘alaihi wa salam tiba di Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa hari Asyura. Beliau bertanya kepada mereka: “Ada apa ini?”

Mereka (orang yahudi)menjawab, “Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini.”

Nabi shallallalhu ‘alaihi wa salam bersabda, “Saya lebih layak dengan nabi Musa dibandingkan kalian.” Maka beliau (Nabi SAW) berpuasa Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa ‘Asura.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Menurut hadist diatas puasa asyura dilaksanakan tanggal 10 muharam, tapi tahukah saudara ? ada hadist yang menjelaskan lebih lanjut seperti dibawah ini.

Ibnu Abbas r.a. menyebutkan, Rasulullah saw. melakukan puasa ‘asyuura dan beliau memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Para sahabat berkata, “Ini (tanggal 10 muharam)adalah hari yang dimuliakan orang Yahudi dan Nasrani. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Tahun depan insya Allah kita juga akan berpuasa pada tanggal sembilan Muharam.” Namun, pada tahun berikutnya Rasulullah telah wafat. (HR Muslim, Abu Daud).

Menurut hadist diatas nabi hanya berpuasa pada Tanggal 10 saja, dan seandainya nabi masih hidup hingga tahun depan, nabi akan memulai puasa Asyura dari tanggal Sembilan.

Jadi dapat disimpulakan bahwa Nabi Telah berniat untuk puasa Asyuro yaitu tanggal 9 dan 10 Muharam, nabi SAW melakukan hal demikian untuk menyelisihi orang yahudi yang berpuasa ditanggal 10 muharam saja. Walaupun nabi tidak sempat melaksanakan puasa asyuro (tanggal 9 muharom), tapi nabi telah perintah kepada sahabat untuk melaksanakan puasa asyura (seperti yang dijelaskan hadist diatas), mengingat kefadholannya yang besar yaitu diampuni dosanya setehun sebelumnya seperti yang dijelaskan hadist dibawah ini :

Dari Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”. (HR. Muslim) 

Dengan diniati Karena Allah semoga Allah mengampuni dosa kita setahun sebelumnya dengan Puasa Sunah Asyura (9 dan 10 Muharam).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Powered by themekiller.com