Home / Berita LDII Lampung / Pengurus LDII Wakili FAPSEDU Ikuti Seminar “Remaja” BKKBN
Heri dan Antoni selaku Pengurus FAPSEDU berfoto bersama Apriliani Yustin dan Sutono
Heri dan Antoni selaku Pengurus FAPSEDU berfoto bersama Apriliani Yustin dan Sutono

Pengurus LDII Wakili FAPSEDU Ikuti Seminar “Remaja” BKKBN

Bandar Lampung – Beberapa pengurus LDII yang menjadi pengurus Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) mengikuti seminar remaja yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung.

Hadir selaku FAPSEDU Provinsi Drs. H. Heri Sensustadi (Komisi Penyuluhan). Sedangkan dari FAPSEDU Kota Bandar Lampung adalah Drs. H. Antoni Prawiranegara (Sekretaris), Johan Wahyudi, S.Pd.I (Wakil Sekretaris), dan H. RH. Habibullah, S.Pd.I (Komisi Penyuluhan).

Turut mendampingi dari DPW LDII Provinsi Lampung Ahmat Nurdin, S.Pd (Wakil Sekretaris) dan Frediansyah Firdaus, S.Pt (Biro Infokom).

Fapsedu Lampung
Fapsedu Lampung

Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel Novotel pada Senin (15/5) ini Apriliani Yustin Ficardo selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung mengungkapkan remaja harus memahami empat aspek masalah kependudukan.

“Ada empat aspek masalah kependudukan, yakni masalah kuantitas, kualitas, persebaran, dan administrasi kependudukan,” ujar Yustin Ficardo dihadapan 300 peserta perwakilan dari berbagai stakeholder.

Berkaitan dengan tema acara “Remaja siap menghadapi masyarakat ekonomi Asean,”Yustin mengingatkan remaja harus memiliki strategi menghadapi MEA.

“MEA menjadi keharusan remaja untuk belajar lebih giat lagi. Untuk mempersiapkan generus bangsa yang berkualitas dan unggu serta menguasai berbagai aspek kehidupan,” terang Istri dari Gubernur Ridho ini.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Sutono mengajak remaja untuk memiliki dua pantangan. “Remaja tidak boleh mengkonsumsi narkoba, dan remaja tidak boleh melaksanakan pernikahan dini,” ujar Pria lulusan IPB ini.

Sutono juga mengingatkan remaja untuk tidak hanya berkutat dalam mencari nilai, baik raport maupun Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

“Berdasarkan pengalaman empiris, tingkat kesuksesan menghadapi persaingan global bukan hanya dari nilai raport saja. Tapi lebih utama adalah memiliki soft skill,” ucap Sutono.

Menutup materi, Sutono menggaungkan tiga hal untuk menghadapi bonus demografi. “Pertama kita supaya menguasai ilmu, kedua mengusai teknologi dengan kolaborasi mental spiritual yang baik. Serta ketiga supaya menekuni hobi yang sifatnya positif,” kata Sutono.

Acara ini sendiri ditutup dengan paparan dari Direktur Eksekutif PKBI Ir. Erdi Mansyah, A.I.B yang memaparkan materi kesehatan reproduksi.

“Perlu sehat fisik, psikologis, sosial, yang berhubungan dengan proses sistem reproduksi. Gimana bisa berpikir untuk masa depan dirinya, keluarganya, dan bangsanya kalau moralita reproduksinya tidak clear. Maka sehatnya organ reproduksi menjadi sangat penting bagi remaja untuk menghadapi MEA,” tegas Erdi.

Powered by themekiller.com