NKRI sebagai Pemersatu Antar Umat Beragama

0
92

Bandar Lampung – Sebelum Indonesia merdeka seluruh rakyat Indonesia telah bersepakat dengan satu cita-cita luhur yaitu dapat memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menjadi bangsa yang bersatu padu, dan berjuang keras melawan penjajah demi satu cita-cita tanpa memandang perbedaan bahasa, suku, ras dan agama.

Dalam acara Harmonisasi Lintas Agama yang dihadiri oleh tokoh-tokoh agama se-Provinsi Lampung dan  diselenggarakan di gedung serbaguna LDII, Tanjung Senang (28/8/2018) Dr. H. Sudarman, MA selaku dosen UIN Lampung sekaligus sebagai Narasumber mengungkapkan pentingnya kesepakatan bersama antar umat beragama di Indonesia “NKRI, UUD 1945, Pancasila adalah konsensus, kesepakatan bersama. Bila saat itu tidak ada kesepakatan maka tidak akan terbentuk suatu Negara,” ujar Sudarman.

Dalam acara tersebut Sudarman membahas isu-isu keliru mengenai sila ke-1 Pancasila yang selama ini menjadi perbincangan publik serta memaparkan pentingnya partisipasi bangsa demi kemajuan negara “pancasila itu bukan hanya untuk satu agama, tapi seluruh agama. karena agama tidak bisa menyatukan bangsa dan hanya NKRI-lah yang dapat menyatukan bangsa dengan turut berpartisipasi demi kemajuan bangsa Indonesia. Negara yang sudah disepakati akan runtuh bila tidak ada partisipasi,” lanjut beliau.

Selain itu, dalam acara Harmonisasi Lintas Agama memaparkan pentingnya menjalin ukhuwah (persaudaraan) antar umat beragama demi mewujudkan bangsa yang kokoh dan kuat, perbedaan tidak akan menjadi masalah yang besar bila masing-masing penganut keyakinan memiliki toleransi terhadap umat yang lain , karena hakikinya semua adalah saudara. Siapapun kita tidak boleh sewena-wena karena dalam agama apapun tidak pernah mengajarkan itu. karena yang lebih baik adalah persatuan.

“Anggota FKUB agar dapat berperan aktif untuk mensukseskan pileg dan pilpres di Indonesia serta menolak golput, sebagai orang yang baik dan cerdas harus bisa menggunakan hak pilih sebaik-baiknya untuk memilih badan legislatif, capres, cawapres. karena kalau orang baik tidak mau memilih maka yang terjadi orang jahatlah yang akan memilih dan Indonesia akan hancur karena itu,” tutup Sudarman. (Yustika Zulfaniyalin/LINES Lampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.