Home / Dakwah Islam / Merenung dari Kayu Zakum

Merenung dari Kayu Zakum

أَذَلِكَ خَيْرٌ نُزُلًا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ (62) إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ (63) إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ (64) طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ (65) فَإِنَّهُمْ لَآَكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ (66) ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِنْ حَمِيمٍ (67) ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَإِلَى الْجَحِيمِ

Didalam Al-Qur’an juga diceritakan bahwa makanan para ahli Neraka itu adalah Zaqum, yakni sebangsa pohon yang buruk sekali karena rasanya yang amat pahit dan baunya yang amat busuk. Adapun minumannya adalah nanah dan air panas yang sedang mendidih, sebagaimana Firman Allah SWT :

“Manakah sajian yang terbaik yang merupakan kebahagiaan ataukah pohon zaqum ? Sesungguhnya Kami membuat kayu zaqum itu untuk menjadi fitnah (maksudnya siksa) bagi orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri (karena enggan beriman). Zaqum adalah pohon yang tumbuh di dasar Neraka Jahim, buahnya bagaikan kepala-kepala syaithan besarnya. Sesungguhnya orang-orang ahli Neraka itu akan terpaksa memakan kayu zaqum itu sehingga padat benar perutnya, kemudian oleh sebab makan zaqum tadi mereka lalu disiram dengan minuman nanah yang dicampuri air panas. Dan temat kembali mereka niscaya neraka jahim.” (Q.S ashoffat 62- 68).

Kayu zakum adalah kayu yang beduri seperi kepalanya setan, ahli neraka terpaksa memakan itu karena tidak ada lahi makan selain itu, ketika dimakan akan serek di tenggorokan mereka lantas mereka akan meminta minum untuk menghilangkan seraknya.

Kemudian mereka diberi minuman berupa nanah uok ( nanah mendidih yang bercampurdarah) saat didekatkan ari panas itu lansung menghancurkan wajah mereka, dan ketika air itu masuk ketubuh mereka maka merontokkan usus usus mereka kaern asaking panasnya.

Begitu terus dalam keadaan disiksa dan tidak ada yang mati, semua itu berlansung selamanya, tidak ada yang bis menolong lagi.

Renungkanlah wahai saudara ku. Hidup kita sekali didunia apa gunanya jika akhirnya mendapat siksa, perbaiki amalan dan niat kita, dan sadari segera tujuan hidup kita semat auntuk ibadah kepada Allah.

Allahumma inna nasaluka ridhoka wal jannah, wanauzubika min shkhotika wannar.

 

 

Powered by themekiller.com