Home / Dakwah Islam / Menyikapi Hari Ulang Tahun, Bolehkah Orang Islam Merayakannya?
ulang tahun menurut islam
ulang tahun menurut islam

Menyikapi Hari Ulang Tahun, Bolehkah Orang Islam Merayakannya?

Menyikapi Hari Ulang Tahun, Bolehkah Orang Islam Merayakannya? – Ulang Tahun merupakan bentuk perayaan hari kelahiran dalam sejarahnya hari hari tersebut diperingati untuk mengingat kehidupan seseorang dan mengenangnya setiap tahunnya yang kini telah menjadi budaya, budaya yang berasal dari orang Eropa.

Dulu waktu zaman yunani, orang-orang yunani menggunakan acara ini sebagai pemujaan atas dewi bulan, mereka membuat simbol dengan kue, namun hal ini tersebar sampai agama nasrani yang kemudian mereka menjadikan sebagai acara Religi.

Setelah berjalan beberapa tahun kemudian, seseorang yang bersal dari Jerman memberikan lilin ditengah kue tersebut dan sebagai simbol penerangan dalam kehidupan.disamping itu sebagian orang percaya bahwa lilin menandakan harapan mereka. Ada juga yang beranggapan jika mengatakan sesuatu diatas kue maka keinginan itu akan menjadi kenyataan.

Namun tidak hanya berbentuk seperti itu, ada cara lain merayakan ulang tahun seperti menyebarkan kartu selamat ulang tahun, ini dimulai dari inggris dengan sebutan “kinderfaste” atau mengucapkan sekedar saja seperti “HBD ya” atau Met ultah ya” atau Met Milad ya” apapun bahasanya hukumnya sama dengan merayakan.

Dari rangkaian pernyataan diatas, banyak hal yang bisa teliti lebih dalam bagaimana pandangan islam tentang ulang tahun, apakah ada sabda nabi yang berkaitan dengan ulang tahun? apakah nabi memerintahkan ulang tahun? dan apakah jika tidak dilaksanakan ulang tahun akan mendatang kan mala petaka ?

“…berhati hatilah dengan perkara yang baru,sebab sesungguhnya perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap sesat dineraka. (HR.Ahmad).

Coba kita telilti sama-sama, jawab dengan hati saudara dengan sebenar benarnya dan tulus berdasarkan ilmu yang anda miliki sekarang.

  • Apakah ultah itu budaya islam ?
  • Apakah islam mengajarkan penganutnya untuk merayakan ultah ?
  • Apakah boleh umat islam melakukan hal yang tidak diajarkan oleh Nabinya ?
  • Apakah dengan sejuta argumen orang bisa membuat peraturan baru dalam islam ?

Ini pertanyaan sederhanya yang seharusnya kita tahu jawabannya. Jika anda sudah tahu jawabannya lalu timbul pertanyaan dalam hati “tapi banyak yang melakuaknnya bahkan ramai dimasyarakat” ?

Saudaraku perhatikan lah “ yang namanya larangan tetaplah larangan meskipun semua orang melakukannya” tidak berubah!. Merayakan ulang tahun bukan masalah yang sederhana, jika melakukan hal ini maka seorang bersangkutan terkena dalil berikut :

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golangan kaum itu ” (HR. Abu Daud)

Maka perhatikanlah mana yang syariat mana yang bukan, jangan pernah mengatakan ulang tahun atau merayakan ulang tahun, apapun itu bentuknya. Terkadang sebagian ada yang menyikapi nya dengan sebuah acara yang bentuknya seakan – akan seperti ibadah, misalnya seperti syukuran yang didalamnya terangkai ritual khusus yang masuk kedalam kategori amalan Bid’ah.

Jadilah umat islam yang menjaga syariat islam.

Cukup kenanglah dengan diri sendiri, instropeksi sudah cukupkan bekal yang akan kita bawa ke akhirat yang telah kita kumpulkan selama hidup. Ulang Tahun bukanlah bertambah umur melainkan sebaliknya umur semakin berkurang, semakin tua dan tentunya lebih dekat akan kematian.

Demikian tentang ulang tahun semoga bisa dimengerti dan dipahami maksudnya, mengingat ini bukanlah suatu perdebatan, tapi sebuah perkara yang harus dipertimbagkan baik dan buruk, salah dan benarnya.

Powered by themekiller.com