Home / Dakwah Islam / Mencari Cinta Sejati melalui Jalan yang di Ridhoi (Taaruf)
taarufan karena allah
taarufan karena allah

Mencari Cinta Sejati melalui Jalan yang di Ridhoi (Taaruf)

Banyak cara yang dilakukan seseorang dalam mencari jodohnya, namun ada kalanya cara yang digunakan salah menurut islam, dan ada juga sebagian yang benar cara melakukannya. Cara yang dibenarkan Islam untuk mendapatkan pasangan atau jodoh ialah melalui Ta’aruf.

Berdasarkan arti katanya taaruf adalah Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan.

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu menikah maka menikahlah! Karena, menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih dapat memelihara kemaluan. Dan barangsiapa tidak mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa dapat menjadi perisai bagi syahwatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 Wanita yang baik untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula … (QS. An Nur : 26)

Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, atau agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar selamat dirimu.” (HR. Bukhari – Muslim)

Untuk mengetahui nilai dari wanita maka dibutuhkan taarufan bukan pacaran. Taarufan itu mengenal seseorang dari kepribadian dia yang kita tahu dari berbagai sumber seperti Sahabat, Guru Ngaji atau tetangganya yang menjadi saksi kesehariannya atau bisa di lihat bagaimana dia bergaul, bergaul dengan siapa?? kemudian keluarganya seperti apa dan bagaimana cara dia bersosialisasi dengan masyarakat, baik atau kah tidak ?

Jika anda punya sreg dalam hati atau menjadikan akhlak dan agamanya yang baik sebagai penilaian utama itu bagus untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius yaitu lamaran. Begitulah tujuan dari taaruf, agar kita tahu seperti apa tipe sosok yang akan dilamar atau melamar tanpa ada pelanggaran pastinya.

Lain halnya dengan pacaran adalah bahwa anda melakukan pelanggaran agama yaitu seperti berdua – dua’an (nyepi), suka-sukaan dan bahkan sentuhan yang bukan mahrom yang kerap terjadi. Ini semua adalah larangan agama yang tidak boleh disamakan dengan yang namanya taaruf. Taaruf itu mulia dan terjaga sedangkan pacaran itu mendekatkan diri pada nafsu yang berujung dosa.

Jika wanita itu baik maka wanita itu akan menerima kamu dengan cara yang baik, yups dengan cara taaruf dong! gk mungkin kan calon yang baik menerima dengan cara yang salah atau dengan pelanggaran? nah jika kamu ingin tahu dia paham agama atau tidak, mengerti bahaya pacaran atau tidak, jawabannya adalah setelah kamu ajak dia untuk menikah.

Ta’aruf menjadi salah satu upaya Mencari Cinta Sejati melalui Jalan yang di Ridhoi (Taaruf).  Menikmati pacaran setelah menikah adalah salah satu perbedaan dari proses menemukan cinta sejati melalui pacaran.

Powered by themekiller.com