Home / Dakwah Islam / Memulai Takbir Hari Raya Idul Fitri

Memulai Takbir Hari Raya Idul Fitri

LDII Lampung – Islam mengenal dua hari raya yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Hari raya tersebut tidak lain adalah hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Imam Abu dawud menerangkan dari hadits sahabat Anas berkata:  Pada suatu waktu Nabi datang di Madinah, di sana penduduk Madinah sedang bersuka ria selama dua hari. Lalu nabi bertanya “hari apakah ini (mengapa penduduk Madinah bersuka ria?)” mereka menjawab ”dulu semasa zaman jahiliyah pada dua hari ini kami selalu bersuka ria”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Allah swt telah mengganti dalam Islam dua hari yang lebih baik dan lebih mulia, yaitu hari raya kurban (idul adhha) dan hari raya fitri (idul fitri). (H.R Abu Dawud)

Dalam menyambut hari raya, umat islam mengumandangkan takbir dan tahlil sejak melihat hilaal tanggal 1 bulan syawal, dan pada tanggal 9 dzulhijah. Perilaku ini merupakan hal yang disunahakan oleh Rosulalloh.

Berkata Ibnu Zaid: Berkata Ibnu Abbas wajib atas orang Islam ketika melihat pada hilaal bulan syawwal pada mengagungkan (bertakbir) kepada Allah sehingga selesai mereka dari hari raya, sesungguhnya bagi Allah yang maha tinggi sebutannya Allah. Berfirnan Allah:”Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur (Surah Al-Baqarah: 185). (H.R Thabrani).

Dari Abdillah Ibni Umar: Sesungguhnya Rasulullah SAW keluar pada dua hari raya dengan mengeraskan pada suaranya dengan tahlil dan takbir … (HR Al Baihaqi)

Bertakbir di hari raya dilakukan sampai dengan umat islam selesai melaksanakan sholat hari raya.

Dari Zuhriy:

Sesungguhnya Rasulullah SAW keluar pada hari raya (Idul Fitri), maka takbir Rasulullah sehingga sampai pada tempat sholat, dan sehingga menyelesaikan sholat (Idul Fitri), maka ketika telah menyelesaikan pada sholat, menghentikan Rasulullah pada takbir. (HR Ibnu Abi Syaibah).

Tetapi sungguh prihatin ternyata kini suara takbir tidak terdengar ramai seperti dahulu. Suara takbir kalah dengan suara-suara kembang api, suara terompet, dan suara tabuhan perkusi. Sunnah kalah dengan suara-suara yang sia-sia dan tidak berfaedah. Mari kita mulai menghidupkan sunnah, mari kita sambut hari raya kita (umat islam) dengan bertakbir dan bertahlil kepada Allkepaah Subhanahu Wa Ta’ala.

Powered by themekiller.com