Manfaat Seremoni Pembukan I’tikaf Bersama

0
123

Telah menjadi program rutin DPW LDII Provinsi Lampung bahwa pada setiap malam ke-21 bulan Ramadan yang bertepatan dengan malam dimulainya i’tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan adalah menyelenggarakan seremoni i’tikaf bersama. Pada perhelatan ini DPW Lampung selalu menggandeng MUI Lampung sebagai mitra. Artinya, kegiatan ini secara organisasi merupakan hasil kerjasama LDII – MUI pada tingkat provinsi Lampung.

Lalu adakah manfaatnya bagi LDII? Tentu ada. Secara umum i’tikaf yang diselenggarakan warga LDII di masjid-masjid binaan LDII hingga larut malam bahkan adapula yang hingga dini hari dan makan sahur di tempat mereka beri’tikaf. Oleh karena itu DPP menyarankan, bagi masjid yang penyelenggaraan i’tikafnya diisi dengan kegiatan pengajian baik itu tadarus berjamaah, pengajian kitab maupun nasihat yang sifatnya diikuti bersama agar mengakhiri kegiatan bersama tersebut paling malam pukul 23.00 waktu setempat. Selanjutnya dipersilakan kepada para mu’takifin (peserta i’tikaf) untuk melanjutnya dengan ibadah masing-masing. Itupun dengan kendali jangan sampai mengganggu lingkungan.

Dari itulah setidaknya ada tiga manfaat dari penyelenggaraan seremoni i’tikaf yang biasanya menghadirkan pimpinan pemerintahan pada tingkatannya, kepolisian, TNI, majelis ulama, pamong dan masyarakat setempat. Pertama, menginformasikan kepada masyarakat, pimpinan pemerintahan dan jajarannya, aparat kepolisian, TNI dan majelis ulama bahwa i’tikaf yang diselenggarakan warga LDII adalah murni ibadah. Tidak ada terselip maksud apapun selain ibadah. Sehingga hal ini untuk menghindari kecurigaan yang tidak berdasar. Berkaitan dengan itu acara seremoni diisi dengan laporan pimpinan LDII penyelenggara, sambutan MUI, sambutan pimpinan lembaga pemerintah, kajian i’tikaf, penyerahan tali asih dan doa bersama.

Kedua, sebagai wahana dakwah amar ma’ruf kepada segenap masyarakat untuk dapat ikut serta dalam kegiatan i’tikaf atau pengajian-pengajian yang dikelola LDII berikutnya.

Ketiga, sebagai sarana menjalin ukhuwah dengan pemerintah dan majelis ulama sehingga terjadi sinergitas dalam upaya bersama membangun bangsa yang religius dan berwawasan kebangsaan. Sifat religius dan wawasan kebangsaan inilah sebagai bagian penting dari semua program pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah. Tentunya pula membantu MUI dalam upaya memberi pencerahan keagamaan kepada umat Islam. (Johan/LINES Lampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.