LDII Peduli Bencana Tsunami

0
120

Lampung Sleatan – Gelombang tinggi air laut Selat Sunda di Lampung dan Banten yang terjadi pada Sabtu (22/12), telah menelan korban jiwa dan kerusakan materiil yang cukup signifikan. Untuk meringankan beban para korban terdampak DPW LDII Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan bertajuk “LDII Peduli”. Melalui kegiatan ini LDII menghimpun dan menyalurkan bantuan untuk korban terdampak.

Bantuan dari LDII disalurkan melalui Posko Penanggulangan Darurat Bencana Pemkab Lampung Selatan yang bermarkas di Rumah Jabatan Bupati, Kalianda Lampung Selatan. Menyerahkan langsung bantuan tersebut Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, Muhammad Aditya yang diterima Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Priyanto Putro pada Selasa (25/12).

“Atas nama pribadi dan warga LDII Lampung, kami turut berduka cita yang mendalam atas musibah tsunami di Lampung yang kami cintai dan Banten. Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat meringankan beban para saudara kita yang terdampak khususnya di Lampung Selatan”, demikian disampaikan Aditya, yang berprofesi sebagai dokter dan menjabat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang BandarLampung.

Sementara itu, Priyanto menyampaikan ucapan terima kasih atas segala bantuan baik materiil maupun moril baik dari LDII maupun elemen masyarakat lainnya. “Bantuan yang terhimpun akan disinkonkan dengan tim yang ada di lapangan, terutama tim medis. Semua bantuan akan disalurkan sehingga menjamin tidak ada warga terdampak yang kelaparan”, pungkasnya.

Seusai menyerahkan bantuan Aditya yang juga Kepala UTD PMI Lampung meninjau beberapa titik daerah yang terhantam gelombang tinggi. Peninjauan didampingi beberapa pengurus DPW, yaitu Sekertaris, Heri Sensustadi dan Karo Hutarga, Johan Wahyudi. Turut mendampingi pula Ketua DPD LDII setempat, Sugiono dan beberapa orang pengurus lainnya. Peninjauan ini dilakukan untuk memberikan dukungan moril untuk menghilangkan trauma dan memulihkan semangat warga terdampak. (Ujo/LINES Lampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.