Home / Berita LDII Lampung / LDII Bersama MUI Kota Bandar Lampung Menggelar Pengkajian Syarah Asmaul Husna
Peserta Syarah Asmaul Husna LDII Kota Bandar Lampung
Peserta Syarah Asmaul Husna LDII Kota Bandar Lampung

LDII Bersama MUI Kota Bandar Lampung Menggelar Pengkajian Syarah Asmaul Husna

Bandar Lampung – DPD LDII Kota Bandar Lampung bekerjasama dengan MUI Kota Bandar Lampung menggelar Pengkajian Kitab Syarah Asmaul Husna pada Sabtu – Minggu (26-27/3) bertempat di MasjidHizbullah, Labuhan Dalam, Bandar Lampung.

Acara pembukaan dibuka oleh Ketua MUI Kota Bandar Lampung DR (Can) Ust.Suryani M Noer. Hadir pula Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Andri Setiawan,SH, MH. “Pengkajian ini merupakan upaya kita untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap nama-nama Allah SWT. Sehingga bisa menjadi jawaban dalam rangka membekali generasi muda dengan pemahaman agama yang kuat,” ujar Ir H Yaumil Khoir, Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung.

DR (Can) Suryani, Ketua MUI Kota Bandar Lampung
DR (Can) Suryani, Ketua MUI Kota Bandar Lampung

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kota Bandar Lampung DR (Can) Ust Suryani M Noer, S.Sos, MP mengungkapkan pentingnya mempelajari semua hal dengan ilmu. “Semua akan berjalan baik dengan ilmunya. Hari ini, hadirnya saja sudah mendapatkan pahala. Saya berharap selain di tingkat DPD, warga LDII di tingkat PC dapan pula melaksanakan pengajian ini,” ungkap Suryani.

Kegiatan yang diikuti tidak kurang dari 800 dai dan daiyah LDII serta Remaja Islam Masjid utusan PC dan PAC se-Kota Bandar Lampung tersebut sebagai tindak lanjut kegiatan serupa yang diselenggarakan Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri. Perhelatan nasional yang diikuti 15 ribu santri alumni Pesantren Wali Barokah, yang ditutup oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan beberapa waktu yang lalu.

Anggota Dewan Penasehat DPW LDII Lampung, Ust H. Hidayat Habibullah, S.Pd.I yang menjadi pemateri Asrama ini menjelaskan manfaat yang akan diperoleh dengan menghayati nama-nama Allah. “Ada 10 keutamaan orang yang menyakini sepenuhnya nama Allah dan sifatnya. Diantaranya akan jelas kehidupannya, n hidupnya, hilang rasa takut pada mahluk dan hanya takut kepada Allah, tenang hatinya. Juga akan merasa rindu kepada Allah, menemui manisnya keimanan sepanjang hidupnya, lebih senang kepada akhirat, mengambil seperlunya dalam urusan dunia, dan malu untuk berbuat maksiat,” jelas Hidayat (Frediansyah Firdaus/Lines Lampung).

 

Powered by themekiller.com