Home / Artikel Umum / Kuliner yang Dilarang, Namun Selalu Disajikan
Gambar Ilustrasi: ok.ru

Kuliner yang Dilarang, Namun Selalu Disajikan

Berwisata kuliner merupakan hobi tersendiri bagi pecinta kuliner. Pecinta kuliner rela merogoh kantong yang tak sedikit demi memenuhi rasa penasaran pada berbagai masakan yang menurutnya patut dicoba. Tak jarang para pecinta kuliner rela menempuh jarak yang cukup jauh untuk berburu makanan khas pas daerah-daerah untuk menghilangkan rasa penasarannya.

Namun, dari berbagai macam kuliner yang tersedia di rumah makan, cafe, kedai, angkringan dan tempat-tempat sejenisnya tanpa disadari kita selalu mengkonsumsi kuliner yang dilarang. Meskipun makanan ini tidak dipesan kepada pelayan tapi selalu ada dalam menu yang kita pesan.

Duduk asyik bersama teman-teman diisi dengan canda tawa dan obrolan sambil menikmati hidangan yang tersedia ternyata dalam obrolan kita banyak ngerasani/gosipin orang lain. Benar-benar tanpa kita sadari, kita makan somay bercampur dengan daging bangkai saudara kita sendiri, minum jus jeruk bercampur daging bangkai, makan soto karena kurang daging di tambah daging bangkai saudara sendiri. Memang suasana makan terasa lebih menyenangkan jika sambil mengobrol. Namun, jika hal –hal yang dibincangkan banyak mudhorotnya apalah arti dari sebuah rasa menyenangkan yang penuh dosa.

Wisata kuliner yang satu ini memang benar-benar dibenci oleh Allah dan utusannya.

Dalam Al-Quran surat Al-Hujurat  ayat 12

“Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seseorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang”.

Yuk sama-sama menghindari kuliner yang satu ini.

Semoga Allah selalu meridhoi langkah kita yang ingin hijrah lebih baik lagi. Aamiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Powered by themekiller.com