Home / Dakwah Islam / Ketika Berdoa di MedSos…
Berdoa di media sosial
Berdoa di media sosial

Ketika Berdoa di MedSos…

LDIILampung.com – Media sosial tak pelak kini telah menjadi kebutuhan primer pada era millenium seperti saat ini. Tilik saja, hampir 80 persen kalangan muda telah menggunakan media sosial.

Media sosial telah menjadi ajang curhat, sharing informasi, komunikasi kelompok, wadah rapat hingga tempat berekspresi diri.

Lantas, menjadi sebuah pertanyaan. Bagaimana hukum nya jika media sosial digunakan sebagai wahana berdoa. Misalnya saja,

“Ya Allah, semoga aku bisa mendapatkan istri yang cantik dan sholihah”. Tak pelak, muncul beragam dukungan, “Amiin gan. Cihee, dll.

Menurut ulama LDII K.H. Aceng Karimullah, Doa adalah otaknya ibadah, intisarinya ibadah, dan mempunyai kedudukan yang penting dalam sebuah ibadah, “Doa pada dasarnya baik. Ketika doa dituliskan dalam sebuah forum dengan tulus dan berharap orang lain ikut mendoakan dan meng-amini-nya,” ujar K.H. Aceng Karimullah.

Dalamnya samudera bisa diukur, dalamnya hati hanya Allah SWT yang mengetahui. Bila hati itu berniat karena Allah SWT semata, bukan memampang doa sebagai ajang untuk mencari eksistensi diri. Hal tersebut menjadi tak bernilai ibadah. Sebaliknya, bila dilakukan hanya untuk menghilangkan rasa sepi, atau menimbulkan riya (agar dilihat orang lain) atau sum’ah (agar didengar), justru tak mendatangkan pahala sama sekali, bahkan dosa.

“Sesungguhnya doa seharusnya hanya kepada Allah SWT  dan langsung dipanjatkan kepada-Nya,” ujar K.H. Aceng Karimullah . Dilakukan di waktu yang mustajab seperti  sepertiga malam yang akhir , setelah salat lima waktu, dalam perjalanan, dan lain-lain. Doa juga akan lebih baik jika dilakukan dengan cara yang baik seperti dengan mengangkat tangan setinggi-tingginya,  atau berdoa sambil bersujud kepada Allah SWT karena posisi yang paling dekat dengan Allah SWT, adalah saat hamba bersujud.

Menurut K.H. Aceng Karimullah berdoa sebaiknya tidak terburu-buru, sebelum bedoa mulailah dengan mengagungkan nama Allah SWT dilanjutkan dengan sholawat nabi dan setelah itu barulah kita mengungkapkan doa-doa yang diinginkan. “ Doa akan lebih utama lagi jika diucapkan dengan keyakinan hati sehingga tidak menjadi doa yang kosong,” tambah K.H. Aceng Karimullah (Fredy_Edit/Latifa/Lines).

Powered by themekiller.com