Home / Dakwah Islam / Hikmah Dibalik Cobaan

Hikmah Dibalik Cobaan

Tidak ada dalam hidup yang tidak diberikan cobaan, baik yang disenangi ataupun yang tidak disenangi. Tapi kethauilah ada hikmah dibalik Allah memberikan cobaan bagi hambanya.

Allah maha Adil, dan Allah tidak pernah menganiaya pada hambanya. Jika Allah mencintai hambanya maka Allah memberi cobaan pada hambanya.

Dalam penjelasan sifat Allah yang maha “Mendahulukan” YA MUQADDIMU dijelaskan bahwa Allah telah menulis atau menetapkan takdir sebelum Allah menciptakan makhluknya.

Salah satu bagian dari takdir adalah cobaan, mengingat orang iman laki laki dan perempuan tidak akan terlepas dari cobaan,

Tidak henti hentinya orang iman laki laki dan orang iman perempuan dicoba didalam perkara dirinya, anak anaknya dan hartanya sampai dia berjumpa pada Allah dengan tanpa dosa. (H.R. At- Thabrani).

Ketahuilah bahwa pada dasarnya cobaan adalah tanda dimana Allah ingin meningkatkan derajad hambanya. Jika si hamaba itu bisa sabar dan akhirnya lulus cobaan maka derajadnya naik, sama halnya seperti anda yang ingin naik kelas maka harus lulus ujian dulu bukan ?

Disamping itu dengan sabar dalam mengahadapi ujian,  maka Allah menghilangkan dosanya,  Allah mencepatkan siksanya didunia lantaran Allah tidak ingin si hamba disiksa di Akherat. Perhatikan dalil berikut.

Ketika Allah menghendaki kebaikan kepada hambanya, maka Allah mencepatkan siksanya di dunia, dan ketika Allah menghendaki kejelekan kepada hambanya maka Allah menahan siksa sebab dosanya hamba itu sampai ditetapkan baginya dihari kiamat. (H. R. At- Thabrani).

Ada kalanya seorang karena mancintai diri sendiri sehingga mengalahkan kecintaan kepada Allah yang berujung dia mengikuti hawa nafsu dari pada taat kepada Allah.

Ada juga yang dicoba dengan anaknya, misal, karena sangat sayangnya kepada anak dia memberikan apaun yang menjadi keinginan anak, hingga pada akhirnya si anak malah membangkang kepada orang tua dan menjadi tanggungan atau beban bagi orang tua di dunia adan akherat.

Cinta pada harta pun demikian, bisamenjadikan dia lupa dari ingat pada Allah, sehingga timbul dalam dirinya bahwa harta yang dia dapat adalah hasil dari jerih payah sendiri, saat kaya dia meremehkan orang miskin, semakin kaya semakin tamak dan bakhil, dan karna hartanya dia menjadi orang yang sibuk dengan dunia dan menomor duakan  akherat.

Dengan sabar dan berdoa kepada Allah insya Allah cobaan yang datang pada hamba berbuah menjadi rahmat dan ridha Allah, merubah siksa menjadi rahmad, menghapus dosa dan meninggikan derajad. Semoga kita digolongkan menjadi hamba hamba yang di dirahmati Allah dunia dan akherat. Amiin.

Kepada Allah kami memohon Ampun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Powered by themekiller.com