Home / Opini / Hidup Itu Perjuangan Boy
Hidup itu butuh perjuangan
Hidup itu butuh perjuangan

Hidup Itu Perjuangan Boy

LDIILampung.com – Perjuangan dalam mengarungi hidup memang terkadang banyak sekali cobaan, entah dari hambatan ataupun rintangan yang membentang, seperti lirik lagu kera sakti. Semua itu bukan masalah dan tak jadi beban pikiran. Yah memang harus seperti itu dalam mengarungi hidup didunia ini.

Seperti roda yang selalu berputar, sama halnya juga kehidupan terkadang berada di atas terkadang pula dibawah. Hidup memang seperti itu, kalau tidak begitu bukan menjalani hidup namanya. Kita selalu menginginkan apa yang kita inginkan, jujur didalam diri saya sendiri memang terlintas fikiran seperti itu, selalu ingin itu ingin ini tidak pernah ada habisnya.

Seperti cita-cita yang akan kita gapai dan itu merupakan keinginan dan keyakinan kita, tapi ketika kita melihat seseorang yang sukses terlebih dahulu dari pada kita, malah kita sendiri kurang bersyukur, dan malah kebanyakan berfikiran negatif thinking. Itu yang sering terjadi pada diri kita.

Kalau kita hanya memiliki perasangka negatif terhadapnya maka itu salah, coba lihatlah perjuangannya, perjuangan itu tak semudah membalikkan telapak kaki. Memang itu sangat sulit, coba anda balikkan telapak kaki anda, bisa?.

Nah mengapa mereka senang dan bangga atas perjuangannya, ya itu tadi karena mereka telah berjuang mati-matian terhadap apa yagn dicita-citakan. Begitu pula jika kita punya tujuan hidup, maka nyatakanlah tujuan itu dan kita sempurnakan ikhtiar kita, adapun hasilnya Allohlah yang menentukan.

Kemudian ada yang berkata: “Aku sudah berikhtiar sebaik mungkin, tapi kok gak tercapai sih?,”. Nah kembali lagi, kita harus introspeksi diri, atau bermuhasabah. “Aku ini banyak dosa gak sih, banyak maksiat gak sih?,”

Dengan investigasi seperti itu kita bisa menginstropeksi diri. Karena dosa itu sifatnya menghambat! Maka dari itu segeralah kita bertobat dan tingkatkan ferkuensi beribadah padaNya. Perlu ditekadkan dalam hati setelah Allah memberi kesuksesan, kita tidak boleh menurunakn intensitas ibadah kita, begitu dilanjutkan sampai titik ajal kita.

Jangan pernah menyepelekan kegagalan, karena untuk meraih kesuksesan kita bisa belajar dari kegagalan. Thomas Alva Edison, beliau adalah penemu lampu, sudah berapa ribu kali dia melakukan percobaan dan gagal, dan apakah dalam percobaan ke 999nya ketika gagal dia akan menyerah?? , tentu tidak.

Buktinya sekarang, lampu ada dimana-mana, menjadi penerang dimalam hari. Berjuta-juta manfaat yang dapat kita ambil. Coba bagaimana jika seorang Thomas Alva Edison tidak menemukan lampu?, semua itu memang sudah ada yang mengatur.

Masalah, akan membuat kita berkembang menjadi manusia yang berkualitas, namun jika kita lari dari masalah, itu namanya lari dari kasih sayang Alloh, rugi sekali. Perlu diketahui bahwa setiap perbuatan apapun harus didasarkan niat full karenaNya, memohon ridho dan petunjukNya, insya Alloh pertolongan Alloh akan datang.

Ingat bahwa Alloh mengetahui apa yang kita butuhkan daripada apa yang kita inginkan. Cobaan yang datang ketika kita full ikhtiar adalah sebagai penyuci jiwa, yaitu dengan sabar dan tabah. Dan itu kuncinya, namun kalau sudah tidak sabar maka muncullah caci maki yang tidak jelas.

Nah terkadang banyak waktu yang terbuang, dan akhirnya malas dan unmood datang menghampiri diri kita. Lalu, bagaimana cara mengantisipasinya?

Mari isi waktu luang kita dengan kegiatan yang positif, tingkatkan frekuensi dan kualitas ibadah. Jadi intinya gunakan waktu se efisien mungkin, sibukkanlah dalam kebaikan.

Niat merupakan kesiapan kita secara full matang dalam menyiapkan aksi, nah kalau sudah ada niat yang tulus pasti bisa terlaksana. Sebagaimana contohnya seorang tukang parkir, dia memiliki sepeda motor dan mobil yang banyak, nah ketika satu per satu diambil, ya biasa-biasa saja, itu karena sudah ada niat. Dengan adanya niat maka fokuskanlah lalu berikhtiar dan yang terakhir berdoa. Lakukanlah kebiasan-kebiasan tersebut secara terus menerus, maka akan melahirkan suatu karkater.

Oleh Rizky Febri Saputra | Mahasiswa FMI | Penulis anakkedua.com
Sumber gambar : ekowisata.org

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Powered by themekiller.com