Home / Berita Umum LDII / Ekspedisi Bhakesra IV 2014

Ekspedisi Bhakesra IV 2014

Ldiilampung.com – Kemenkokesra telah empat kali melaksanakan program Ekspedisi Bhakti Kesra Nusantara. Ekspedisi ini merupakan rangkaian program pemberian bantuan kepada masyarakat di Pulau terluar Indonesia.

Sebelumnya Ekpedisi Bhakesra telah mendukung pelaksanaan tiga sail, yakni Sail Banda, Sail Morotai dan Sail Komodo.

Sharif C Sutardjo, Menteri Perikanan dan Kelautan dalam paparannya mengatakan bahwa Ekspedisi Bhakesra bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh Satuan Pelaksanaan Tugas (Satgas) Bhakesra adalah pemberian buku, alat olahraga, sembako, pasar murah, penyuluhan program nasional dan penukaran uang yang sudah tidak layak edar.

“Saya berharap, acara ini dapat memberikan manfaat dan semua dapat berjalan sesuai rencana,” ujar Syarif saat melepas Satgas Ekspedisi.

Acara ini juga sekaligus sebagai acara pembuka Sail Raja Ampat yang akan dilaksanakan pada 21 Agustus di Waisae, Kabupaten Raja Ampat.

Ekspedisi Bhakesra sendiri merupakan tindak lanjut dari kunjungan tiga menteri pada tahun 2011. Saat itu tim berkunjung ke pulau terluar yang berbatasan dengan Filiphina. Setelah diamati diperoleh fakta bahwa daerah tersebut memiliki keterbatasan mengakses pendidikan, ekonomi dan sarana prasarana. Ditemukan juga mahalnya harga bahan pangan pokok, utamanya mendekati lebaran.

“Maka sudah sepantasnya kombinasi dari ormas, instansi pemerintah dan peneliti diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah terluar,” ungkap Syarif.

Setelah dilakukan evaluasi, Syarif menuturkan bahwa Ekspedisi yang sudah berjalan tiga tahun ini sangat dirasakan manfaatnya.

“Menurut saya kegiatan ini perlu terus kami dukung, mengingat masyarakat di pulau terpencil memiliki potensi besar untuk mendukung kedaulatan nusantara dan strategis keberadaannya,” ungkap Syarif.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam tiga tahun berjalan sudah 27 pulau dikunjungi dan untuk tahun 2014 ini ada tiga pulau yang akan dikunjungi.

Jika diuangkan, berdasarkan data dari panitia Bhakesra, satgas membawa bantuan senilai 120 miliar dan ini lebih besar dari tahun sebelumnya.

Sutardjo melihat paket bantuan

Syarif juga mengucapkan terimakasih kepada tim KRI Banjarmasin 592 atas dedikasinya dalam mendukung kegiatan ini.

“Saya minta untuk tahun berikutnya acara ini dapat terselenggara dengan lebih besar. Tim dapat menggali lebih dalam mengenai potensi dan permasalahan yang ada sehingga dapat dilaksanakan langkah konkrit,” ungkap Syarif.

LDII sebagai salah satu ormas keagamaan turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Adapun tim LDII adalah H Anshoruddin, H Anto Jumain SE S.Pdi, Eko Budiono, Frediansyah Firdaus S.Pt dan Heri Widianto.

Selain mengunjungi tiga pulau tujuan, tim juga transit di Makassar dan Sorong. Ada yang spesial dalam pelaksanaan transit, karena tim Ekspedisi mendapatkan jamuan makan malam, khususnya ketika berada di Makassar.

DPW LDII Sulawesi Selatan bersama dengan Pemerintah Kota Makassar menginisiasi adanya penjamuan makan malam. Hal ini dinilai dapat mempererat tali silaturohim diantara peserta dengan pulau transit.

Akhirnya Sabtu (28/6) tim Satuan Pelaksana Tugas (Satgas) Ekspedisi Bhakesra genap berlayar selama 23 hari. Selama itu pula tiga pulau telah dikunjungi untuk diberikan sumbangan dan pelatihan. Maka sesampainya di dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), beragam instansi dan ormas serta jajaran perwira TNI AL melaksanakan upacara penyambutan tim satgas ekspedisi.

Upacara kali ini dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkokesra RI, Dr. Ir. Sujana Royat, DEA. Dalam paparannya Sujana menyatakan kepuasan dan kebahagiaannya terhadap pelaksanaan ekspedisi kali ini.

“Saya menilai pelaksanaan kali ini lebih baik dan lebih efisien dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Bisa kita bayangkan dengan dana puluhan milliar dalam pelaksanaan, namun sumbangan yang diberikan mencapai ratusan milliar,” ujar Sujana. Ia juga berharap ke depan acara seperti ini akan terus diadakan guna menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Ke depan acara seperti ini harus kami galakkan terus. Rencananya setelah pemberian sumbangan dan kegiatan ekspedisi di pulau terluar, tahun depan kita akan adakan untuk kawasan perbatasan Republik Indonesia,” ungkap Sujana.

LDII sebagai salah satu ormas yang mengikuti ekspedisi turut mendapatkan undangan dalam upacara penyambutan kali ini. Beberapa pengurus DPP LDII yang turut hadir diantaranya Drs H M Hidayat Nahwi Rasul, Rioberto Sidauruk SH dan H Tri Gunawan Hadi, S.Sos, S.Pdi.

Pelaksanaan Ekspedisi Bhakesra kali ini LDII menurunkan lima orang dengan bantuan baju sebanyak 6000 potong. Peralatan olahraga, peralatan sekolah dan pelatihan agribisnis serta tausiah agama. Selain itu LDII pula menawarkan beasiswa pondok pesantren bagi generus pulau tujuan. Total bantuan yang diberikan oleh LDII senilai 800 juta rupiah.

LDII tausiah

“Alhamdulillah, beberapa daerah menyatakan ketertarikannya. Sudah kita koordinasikan dengan pengurus DPD LDII setempat untuk ditindak lanjuti pemberian beasiswa. Juga beberapa daerah yang berminat untuk melaksanakan training agribisnis lanjutan, ujar KH Anshoruddin, salah satu tim LDII.

Perwakilan KRI Banjarmasin Komandan Letkol Laut (P) Jales Jamca Jayamahe mengungkapkan rasa bahagianya bisa menjadi bagian dari ekspedisi. “Kami mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya dan saya haturkan rasa bahagia bisa bersama tim selama 23 hari. Kami juga memohon maaf bila masih banyak terjadi kekurangan,” ujar Jales (Frediansyah Firdaus/Lines).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Powered by themekiller.com