Home / Berita LDII Lampung / Dukung Ekonomi Kreatif LDII Kota Bandar Lampung Tingkatkan Kreativitas Remaja Putri

Dukung Ekonomi Kreatif LDII Kota Bandar Lampung Tingkatkan Kreativitas Remaja Putri

Dalam mendukung salah satu program pemerintah yang sedang gencarnya  mengkampanyekan tentang pengembangan ekonomi kreatif yang merupakan salah satu dukungan dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat, DPD LDII Bandar Lampung bekerjasama dengan Keputrian Muda Mudi Bandar Lampung (M2BL) mengadakan serangkaian acara sosialisasi pembuatan handycraft  (kerajinan tangan) bagi remaja putri.  Acara ini dilaksanakan  pada Minggu 24 September 2017 dengan mengusung tema “Muslimah Kreatif Penuh Karya Positif”. Bertempat di GSG Tanjung Senang, Bandar Lampung diikuti oleh seluruh remaja putri  dari PC dan PAC LDII  se-Kota Bandar Lampung.

Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama.

Tercapainya program ini harus dibantu dengan sosialisasi disetiap lapisan masyarakat. Salah satunya dari lingkup remaja putri karena remaja dianggap memiliki jiwa kreatif yang baik. Dengan acara sosialisasi ini diharapkan remaja putri bisa mendapat inspirasi baru untuk meningkatkan kreativitasnya dalam menghasilkan suatu hasil karya yang memiliki nilai jual lebih, sehingga bisa mendukung perekonomian keluarga nantinya ketika telah berumah tangga.

Nuri Sabila Azhari selaku ketua pelaksana acara ini mengungkapkan bahwa “Kami berusaha memberi fasilitas dan memberikan informasi bagi para remaja putri untuk menjadi wanita sholehah yang kreatif. Menjadi wanita sholehah tidak hanya berdiam diri di rumah, namun bisa menghasilkan sebuah hasil karya yang memiliki nilai jual tinggi dan diharapkan juga bisa memberikan inspirasi membuka peluang usaha yang tentunya bisa bermanfaat kedepannya.

Rangkaian acara ini di buka dengan penyampaian dalil-dalil tentang karakter wanita sholehah yang disampaikan oleh Ust Harun Al Rasyid. Acara dilanjutkan dengan tutorial pembuatan salah satu handycraft yang saat ini sedang banyak digemari yaitu seni merangkai makanan ringan atau sering dikenal dengan Snack Bucket.

Rangkaian acara berikutnya adalah lomba pembuatan Snack Bucket. Perlombaan ini diikuti oleh para peserta dengan sangat antusias. Perlombaan diikuti oleh 20 kelompok, masing-masing beranggotakan 7 orang yang dipilih secara acak. Para peserta mencoba mempraktekkan membuat snack bucket dari bahan-bahan yang telah disediakan oleh panityia. Kriteria penilaian adalah kerapihan, kerjasama tim, dan teknik penyusunan bucket.

Jika biasanya sebuah buket berisi rangkaian bunga yang berwarna warni menjadi salah satu pilihan utama saat akan memberikan hadiah dihari istimewa. Namun seiring berkembangnya seni kreativitas, muncullah ide pembuatan bucket yang bukan lagi berisi beraneka macam bunga, namun berisi beraneka ragam makanan ringan (snack). Harga bahan-bahan untuk  pembuatan bucket makanan ringan sangat terjangkau dibandingkan dengan bucket yang berisi bunga, namun tetap memiliki nilai estetika  dan nilai ekonomi yang tak kalah dengan bucket  bunga pada umumnya.  (Mila Vanalita/Lines Lampung)

Powered by themekiller.com