DPP LDII Gelar FGD Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

0
199

Jakarta. “Penyelenggaraan sebuah pendidikan di era sekarang ini tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi informasi. Berangkat dari itu DPP LDII menyelenggarakan focus group discussion untuk membangun sistem informasi manajemen pendidikan pada pondok pesantren dan sekolah yang terpadu dan terintegrasi”, demikian sambutan Prof. KH. Abdullah Syam, Ketua Umum DPP LDII dalam FGD tentang Sistem Informasi Manajemen Pendidikan di Gedung DPP LDII, Jakarta, Rabu (27/03).

Diskusi yang diikuti oleh 65 orang peserta utusan dari sekolah mitra LDII se-Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari lokakarya pendidikan pada 26 Januari yang lalu. Jika di lokakarya yang lalu bahasannya lebih kepada konsep maka kali ini lebih teknis, yaitu terfokus kepada bagaimana pondok pesantrean dan sekolah dapat memanfaatkan teknologi informasi.

Sementara itu Dr. H. Basseng selaku Ketua Tim ECH DPP LDII dalam dalam laporannya menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk mengoptimalkan dan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mewujudkan sinergitas sistem pondok pesantren dan sistem sekolah dalam menghasilkan SDM yang profesional dan religius.

“SDM yang profesional religius artinya SDM yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu dan menjalankan keahliannya itu dengan etos dan etika kerja yang baik juga memiliki pengetahuan, penghayatan, pemahaman agama dan pengamalannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari”, tambahnya.

Menurut Baseng, yang juga salah satu Ketua DPP LDII ini, lebih rinci profesional religius dalam versi LDII adalah generasi yang memiliki 3S, 6TL dan 4TK. 3S artinya tiga sukses pembinaan generasi penerus yaitu alim dan faqih, berakhlak karimah dan mandiri. 6TL adalah enam tabiat luhur sebagai karakter warga LDII meliputi rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujyr, amanah dan mujhid muzhid. Sedangkan 4TK adalah empat tali keimanan yaitu bersyukur, mengagungkan, mempersungguh dan berdoa.

“3S, 6TL dan 4TK ini oleh LDII dijadikan sebagai landasan pendidikan kepada generasi penerus di pondok pesantren, sekolah, Sako Pramuka Sekawan Persada Nusantara, rumah dan pengajian-pengajian masjid, mushala naupun TPA. Diantara wadah pendidikan itu pondok pesantren dan sekolah akan kita dorong untuk dapat memanfaatkan TI sehingga pelaksanaanya lebih efektif dan efisien”, pungkasnya.

Hadir pula dalam FGD tersebut utusan dari Perguruan Tri Sukses Lampung, Johan Wahyudi dan Trio Pambudi. Johan yang juga Ketua Biro Hutarga DPW LDII Lampung mengapresiasi kegiatan ini, “FGD ini sangat bermanfaat bagi kami karena menambah wawasan dan mendorong untuk terus meningkatkan layanan pendidikan di perguruan kami melalui pemanfaatan teknologi informasi”. (Ujo/Lines Lampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.