Home / Dakwah Islam / Dosa Besar : Meninggalkan Shalat Lima Waktu dengan Sengaja tanpa Udzur
Shalat Berjamaah
Shalat Berjamaah

Dosa Besar : Meninggalkan Shalat Lima Waktu dengan Sengaja tanpa Udzur

Para ulama’ mengatakan bahwa : Meninggalkan shalat hukumnya termasuk dalam dosa besar” , bahkan sebagian diantara mereka ada yang mengatakan : Orang yang meninggalkan shalat wajib ( lima waktu) tanpa adanya alasan atau udzur yang dibenarkan islamm maka hukumnya Kafir. Berdasarkan dalil berikut :

Allah Berfirman dalam Al-Quran Surat Maryam ayat 59-40 :

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang – orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, Maka merea itu tidak akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. (Maryam 59-40)

Ibnu Abbas berkata : “Makna ayat ini bukanlah mereka itu meninggalkan shalat ama sekali tetapi mereka mengakhirkan shalat”. (A;l-Kabair lil adz adzahabi).

Said bin al-Musayyab imam para tabi’in mengatakan : “Dia tidak shalat Dzuhur sampai dengan datangnya waktu Ashar, dan dia tidak shalat Ashar sampai datangnya waktu Magrib, dia tidak Shalat Magrib sampai datangnya waktu Isya, dia tidak Shalat Isya sampai datangnya Fajar, dan dia tidak shalat fajar sampai terbit matahari. Barang siapa yang mati sedangkan dia dalam keadaan terus menerus seperti itu maka Allah SWT mengancam kepadanya dengan Ghayy. Ghayy adalah sebuah jurang didalam neraka jahannam yang jauh dasarnya lagi bau busuk.  (Al-Kabair lil adz adzahabi).

Maka celaka (neraka wal) bagi orang – orang yang sahalt, (yaitu) orang  -orang yang lalai dari shalatnya. Al Maa’uun : 4-5

Hai orang – orang yang beriman, janganlah hartau dan anak – anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah (Shalat 5 Waktu). Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang – orang yang Rudi. Al Munafiqqun : 9

Para ahli tafsir mengatakan : “Yang diehendaki dengan dzikir kepada Allah didalam ayat ii adalah shalat 5 waktu, maka barangsiapa yang disibukan dengan harganya, jual belinya, maisyahnya, dan keluarganya dari mengerjakan shalat tepat didalam waktunya maka orang tersebut termasuk orang – orang yang rudi.  (Al-Kabair lil adz adzahabi).

Begitu pula Nabi SAW telah bersabda: Pertama kali amalan seorang hamba yang dihisab dengannya pada haru Qiyamat adalah amalan shalatnya. Barangsiapa yang shalatnya baik maka dia sungguh berbahagia dan selamat. Dan barangsiapa yang shalatnya kurang, maka sungguh gagal dia dan rugi. (HR: Thirmidzi)

Apakah yang memasukan kamu kedalam neraka?” . Mereka menjawab : ” Kami dahulu tidak termasuk orang – ornag yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin. Dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang orang yang membicarakannya. Dan adalah kami mendustakan hari pembalasan hingga datang kepada kami kematian:. Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang orang yang memberikan syafaa’at. (Al Mudatsir : 42-48)

Rosulullah SAW bersabda : “Janji diantara kami dan diantara mereka adalah Shalat, maka barang siapa yang meninggalkan shalat, maka sungguh dia telah kafir”. Dan didalam riwayat Abi Dawud serta yang lainnya, Rosul bersabda : “Diantara hamba dan diantara kekafiran adalah meninggalkan shalat”.

Dari Abu Darda’ RA dia berkata : Kekasihku (Rosulullah SWT) berwasiat kepadaku ” Bahwasannya janganlah kamu menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu, meskinpun kamu dipoton dan dibakar, dan kamu jangan meninggalkan shalat wajib dengan sengaja, barang siapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja, maka sesungguhnya jaminan keamanan dari Allah etelah terlepas dari hadapannya, dan jangan kamu minum arak, karena sesungguhnya minum arak itu pembuka tiap kejelekan.

Dari Abdiallah bin AMr, dari Nabi Muhammad SWT, Sesungguhnya beliau menyebutkan tentang shalt oada suatu hari. Maka beliau bersbabda : Barang siapa yang menjaga shalat, maka cahaya baginya, bukti kebenaran, dan keselatmatan dari neraka pada hari qiyamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaga pada shalatnya, maka tidak ada cahaya baginya, tidak ada keselamatan dan bukti kebenaran. Dan pada hari Qiyamat dia akan bersama Qorun, Fir’Aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.

Sebagian ulama telah berkata : Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat akan dikumpulkan bersama empat orang tersebut diatas, karena di antara mereka disibukan dari shalat dengan hartanya, atau kekuasaannya atau pembantu – pembantunya atau pada perdagangannya, maka orang yang sibuk dengan harganya pada hari qiyamat akan dikumpulkan bersama Qorun dan orang yang sibuk dengan kekusaan akan dikumpulkan bersama Firaun.

Abdullah bin Syaqiq seorang tabiin ditanya tentang seorang perempuan yang tidak mau shalat, maka beliau berkata ” Orang yang tidak mau shalat maka dia itu kafir”.

Shalat Ibnu Mas’ud berkataka : ” Orang yang tidak shalat maka tidak ada agama baginya.”

Imam Ibnu Hazm berkata : “Tidak ada dosa yang paling besar setelah syirik kecuali mengakhirkan shalat dari waktunya dan membunuh orang iman secara tidak benar”.

Ibrahim an-Nakha berakata “Barang siapa yang meninggalkan shalat, maka sungguh dia telah kufur”, dan Abu Ayyub asy-Syakhtiyani juga berkata seperti diatas.  (Al-Kabair lil adz adzahabi).

Berdasarkan dalil – dalil yang telah kami sebutkan diatas dan dikuatkan oleh para ulama sahabat, ulama – ulama tabiiun, dan ulama lainnnya dapat difahami bahwa meninggalkan shalat 5 waktu dengan sengaja tanpa adanya udur yang dibenarkan oleh syariaat, maka hukumnya telah melakukan perbuatan dosa besar, bahkan sebagian dari mereka menyatakan dengan tegas hukumnya kufur. Maka dari itu marilah kita selalu menjaga shalat lima waktu dengan ikhlas semata – mata karena Allah, Khusyu’ dan Tuma’ninah.

Powered by themekiller.com