Home / Artikel Umum / Berikut Kiat yang Bisa Wanita Lakukan dalam Menjaga Pergaulan
mahasiswa ldii menjaga pergaulan
mahasiswa ldii menjaga pergaulan

Berikut Kiat yang Bisa Wanita Lakukan dalam Menjaga Pergaulan

Ldiilampung.com – Anak muda era kini, tak pelak menjadi sasaran empuk modernisasi konten negatif jika tak mampu membawa diri. Mereka dapat dengan mudah silau dengan hal-hal berbau modern, gaul dan kekinian. Kesemuanya ini sangat erat output dari pergaulan.

Kita ambil saja pergaulan di kampus. Berjabat tangan dengan teman lawan jenis sudah terlihat sangat biasa dalam kehidupan kampus, sama halnya dengan bersentuhan, berboncengan, bermain-main yang membawa kontak fisik dan lain sebagainya. Padahal Nabi Muhammad saw telah bersabda: “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” ( H.R.Thabrani).

Hal di atas memang terlihat sepele, sebagai contoh berjabat tangan. Banyak yang berpikiran bahwa, “Itukan hanya berjabat tangan, untuk menghormati lawan bicara ya tidak apa-apa daripada dibilang sombong dan sok alim”. Percayalah, kalimat itu hanyalah sebuah dalih untuk membenarkan hal yang jelas-jelas salah.

Cobalah renungkan, seharusnya kita lebih takut dengan murka Dzat yang telah menciptakan kita, yaitu Allah SWT daripada merasa ‘tidak enak’ dengan menolak berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Memang berat untuk menetapi peraturan Allah dan Rasul-Nya ditengah lika-liku kehidupan yang semakin lama semakin rusak. Namun percayalah, hal yang hebat (surga) hanya akan didapatkan oleh orang-orang yang melakukan usaha yang luar biasa (luar biasa menjaga diri dari dosa).

Nah, berikut beberapa kita yang bisa anda lakukan untuk menjaga diri dalam pergaulan :

1. Berpakaianlah yang menutup aurat.

Allah telah memerintahkan kepada kaum wanita untuk mentup aurat. Itu semua adalah untuk keamanan wanita itu mereka sendiri. Yang dimaksud dengan menutup aurat adalah menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita (selain wajah dan telapak tangan) yang tidak ketat dan tidak transparan, sehingga dapat menjaga diri mereka dari pandangan laki-laki.

2. Julurkanlah jilbab sampai ke dada.

Allah berfirman dalam Al-Quran surat An-Nur ayat 31: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya…” Sudah jelas bahwa kaum wanita harus memakai jilbab sampai menutupi dadanya. Zaman sekarang ini sangat banyak dijumpai wanita yang memang telah menggunakan jilbab namun menyampirkan jilbabnya ke leher ataupun pundak dengan alasan “inikan style”, “supaya cocok dengan bajunya” , “supaya terlihat gaul”, “supaya tidak cupu”, “supaya terlihat cantik” dan lain-lain.

Jilbab yang fungsinya untuk menutupi aurat malah digunakan untuk memamerkan auratnya supaya kelihatan. Astaghfirullah. Lantaran aurat yang kelihatan itulah yang menarik pandangan laki-laki kepada wanita. Stylish itu boleh namun Syar’i itu wajib. Bukankah sekarang ini banyak model-model hijab yang stylish namun tetap syar’i?

3. Jangan mengintenskan bergaul dengan laki-laki, secukupnya saja jika memang ada keperluan.

Menutup aurat sudah, berjilbab sampai ke dada sudah, nah yang satu ini jangan memperbanyak bergaul dangan laki-laki yang bukan mahram, secukupnya saja jika memang ada keperluan. Karena meskipun kita telah menutup aurat dan menjaga diri, tatkala kita selalu berada dengan kaum laki-laki yang bukan mahram, apalagi dalam lingkungan pergaulan di kampus, kontak fisik sangat sulit sekali dihindari.

Baik disengaja ataupun tidak disengaja. Apakah itu sadar atau tidak sadar. Bagaimana tidak, lha wong jarak antara laki-laki dan wanita sangat dekat, apalagi kalau sudah nyaman dalam berkomunikasi, sudah tidak ada lagi yang namanya batasan dan menjaga pandangan. High five (tos) pun akan dianggap sangat biasa karena dianggap telah akrab. Nah, daripada kita menaruh diri kita dalam kubangan dosa semacam ini, lebih baik kita menjaga diri dan menghindarinya.

4. Katakanlah, “Don’t touch me” dengan tegas.

Bersentuhan di dalam pergaulan, apalagi pergaulan di kampus terlihat sangat biasa. Namun kita sebagai seorang islam yang telah mengetahui bawa itu adalah perbuatan yang haram, harus menjauhinya. Nah, yang satu ini memang agak ekstrim. Namun percayalah, saya belajar dari pengalaman pribadi saya selama ini. Saya sering mengatakan hal ini kepada teman laki-laki saya yang secara sengaja ataupun tidak sengaja menyentuh saya.

Pada awalnya mereka kaget dengan respon saya, karena saya megatakannya dengan tegas di hadapan mereka dan saya beritahu juga bahwa saya tidak suka dengan perlakuan semacam itu, namun semakin lama mereka paham bahwa saya tidak mau bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Saya tidak peduli dengan apa komentar mereka tentang saya atas prinsip saya, karena saya yakin saya benar. Yang saya tahu adalah mereka (laki-laki) menjadi ‘segan’ dengan saya dan mereka menjadi lebih berhati-hati jika sedang berkomunikasi dengan saya.

Tentu saja hal itu menguntungkan diri saya sebagai seorang wanita. Menurut saya, dengan mengatakan “Don’t touch me” kepada laki-laki yang menyentuh kita, itu lebih cool dan gentle daripada harus merasa tidak enak atau takut dibilang sok alim. Sungguh, dibilang sok alim adalah lebih baik daripada dibilang sok kafir. Sama halnya saat ada laki-laki yang menawari untuk berboncengan, katakan saja “Maaf saya tidak berboncengan dengan yang bukan mahram.” Secara tidak langsung, kita telah memberitahu mereka bahwa kita ini wanita yang berani (tegas, berprinsip) dan bukan wanita sembarangan yang siapa saja boleh pegang.

5. Hindarilah berjabat tangan, meskipun dengan dosen atau yang lebih tua.

Apabila terdapat sesi bersalaman, pergilah atau beralasanlah pergi keluar untuk menghindari bersentuhan dengan yang bukan mahram. Namun apabila situasi memaksa, maka saat kita berhadapan dengan dosen atau orang laki-laki yang lebih tua, katupkanlah kedua telapak tangan kita terlebih dahulu didepan dada/wajah kita, sebelum mereka menjulurkan tangan mereka. Jangan lupa untuk tersenyum dihadapan mereka, karena itu mengindikasikan bahwa kita menghormati mereka. Mereka akan mengerti bahwa hal tersebut menunjukan bahwa kita tidak mau bersentuhan dengan yang bukan mahram.

Nah seperti itulah kiranya kiat-kiat yang bisa kita lakukan untuk menjaga diri di dalam pergaulan. Jadikanlah upaya kita ini sebagai cara kita berjihad fiisabilillah. Jangan takut akan dibilang tidak gaul atau tidak swag. Apalah arti kerennya penampilan namun tiada ‘isi’. Tidak perlu risau akan dijauhi dan diejek. Kalau kita berada pada jalan kebenaran lantas mengapa kita harus merasa takut? Mutiara yang begitu berharganya tersimpan rapat di dalam cangkang kerang supaya tidak terkontaminasi dengan kotoran.

Tas branded yang berharga pasti tersimpan rapat di dalam etalase, sedangkan tas yang murah diobral dan bebas dipegang setiap pembeli. Sama halnya dengan wanita, wanita itu sangat dihormati di dalam islam karena wanita itu sangat berharga. Nabi Muhammad saw bersabda: “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita solehah .” (Hadits Riwayat Muslim no. 1467).

Powered by themekiller.com