Home / Artikel Umum / Berhenti Menghakimi, Mari Memperbaiki Diri
Berhenti Menghakimi, Mari Memperbaiki Diri
Berhenti Menghakimi, Mari Memperbaiki Diri

Berhenti Menghakimi, Mari Memperbaiki Diri

Don’t Judge the book by the cover”

Sebuah istilah sederhana yang sering sekali kita dengarkan untuk menggambarkan sebuah tindakan preventif perihal penilaian terhadap sesuatu.

Pesan tersirat dari istilah tersebut sangat jelas sekali, “Jangan Menghakimi” sebelum kamu mengetahui sesuatu hal. Karena bisa jadi yang tampak dipermukaan tidak sesuai dengan realita didalamnya.

Sebuah buku dapat dianalogikan dengan seseorang. Ketika mengenal seseorang hal pertama yang kita ketahui adalah apa yang dapat kita lihat saat itu, sebuah permukaan layaknya kita melihat cover sebuah buku. Kita tidak akan mengetahui isi sebuah buku sebelum kita membacanya dengan seksama setiap alur yang dituliskan dalam buku tersebut.

Sama halnya dengan saat kita mengenal seseorang, jika kita melihat hanya sebatas tampak luarnya saja, tentu kita tidak akan mengetahui kepribadian dari orang tersebut.

Melakukan penilaian terhadap seseorang merupakan sesuatu yang wajar sekali dilakukan. Baik untuk memilih teman yang baik, partner kerja yang membangun, bahkan untuk memilih pendamping hidup pun juga melalui sebuah proses penilaian.

Menilai sesuatu bukanlah hal yang dilarang, karena ini berkaitan dengan seberapa mampu kita untuk berkolaborasi dengan seseorang, bersosialisasi dan juga berinteraksi dengan mereka serta bertanggung jawab untuk saling bekerja sama demi tujuan yang mulia.

Dalam suatu interaksi social kita dihadapkan oleh banyak sekali tipe pribadi seseorang yang berbeda-beda, karakter yang beraneka ragam serta latar belakang yang tentu tidaklah sama. Tugas kita adalah menerima keberagaman tersebut dengan sikap toleransi akan keberagaman tersebut. Perbedaan yang disikapi dengana baik akan mengahasilkan rasa saling menghormati, tolerasi dan saling menghargai satu dengan yang lainnya.

“Wahai orang- orang yang beriman! Janganlah suatu kaum menghina / mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan menghina (mengolok-olokkan) perempuan yang lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar( julukan) yang buruk. Seburuk-buruknya panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” [Al-Hujarat; ayat 11]

Dalam surat tersebut sangat ditekankan sekali tentang larangan mencela suatu kaum (seseorang), karena bisa jadi di hadapan Allah suatu kaum tersebut adalah yang terbaik.

Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari, bisa jadi orang-orang yang terlihat pendiam seolah tidak peduli sesama, ternyata adalah orang yang paling rajin mendo’akan untuk kebaikan bagi kita sebagai saudaranya. Dia hanya belum tau cara menyampaikan kepedulian terhadap sesama, oleh karena itu dia menyampaikannya dengan do’a yang ia panjatkan.

Akan lebih baik jika kita melihat pada kebaikan yang telah orang lain lakukan dibandingkan dengan mengingat kesalahannya. Seseorang yang melakukan kesalahan sekali bukan berarti semua yang dilakukan lantas menjadi salah, demikian juga dengan seseorang yang baik, belum tentu dia tidak pernah melakukan kesalahan.

Karena menghakimi bukanlah sebuah solusi untuk menciptakan damai di bumi.

Mari bersama-sama kita fokus untuk memperbaiki diri, tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, memberikan yang terbaik bagi sesama, bagi Agama, Bangsa dan Negara.

Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang , hanya bisa  dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses. Kita tidak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang dsangka emas adalah Loyang dan yang kita lihat sebagai Loyang ternyata emas.” (Anonim)

Tidak ada yang salah dengan menilai seseorang, akan salah jika seseorang menghakimi tanpa alasan yang dibenarkan. (Mila Vanalita/Lines Lampung)

Powered by themekiller.com