Home / Berita Umum LDII / Bentuk Kemandirian Putri Melalui Kemping
Kemping keputrian
Kemping keputrian

Bentuk Kemandirian Putri Melalui Kemping

Ldiilampung.com – Identitas acara kemping tidak hanya menjadi milik seorang pria. Wanita pun memiliki porsi yang sama untuk kemping demi mengasah nilai kemandirian.

Begitulah yang dilakukan oleh Pengurus Penggerak Pembina Generus Jakarta Selatan bekerjasama dengan Pengurus Wilayah CAI Jakarta Selatan.

Acara yang dihelat bertema “Kemping Keputrian Persembahan Pramuka Gudep Khodijah Al-Qubro Jakarta Selatan”.

Lantas kegiatan apa saja yang berlangsung dalam acara ini?

Remaja putri diajak untuk mandiri, mulai dari memasang tenda, menyiapkan tempat penyimpanan barang hinga berlatih kedisiplinan dan manajemen waktu.

Untuk memenuhi kebutuhan jiwa dan rohani, pantia juga memberikan materi pembekalan menjadi wanita soleha dengan kombinas games untuk memperkuat esensi materi.

Peserta juga diajak bermain games outdor, diantaranya

Pos 1 diberi nama “Sandi Semapur” dengan aturan main menebak sandi morse kepramukaan. Tujuan game ini, melatih daya ingat masing-masing peserta dan kerukunan. Lalu game Pos 2 yang dinamakan tebak ranjau, bertempat di pinggir kolam renang dengan aturan permainan menebak pola ranjau berbeda yang telah ditentukan oleh panitia. Apabila peserta salah menebak, maka harus rela disiram air kolam. Permainan ini mengharuskan peserta teliti dan berani mengambil keputusan.

Selanjutnya, Pos 3 yang terletak di jalan menanjak sebelah kandang rusa. Aturannya, peserta menjawab soal-soal yang diberikan oleh panitia setelah memenangkan suit dengan salah satu pembimbing pos. Soal-soal yang diberikan, berupa hafalan doa dan seputar organisasi, pengetahuan umum, pengetahuan kepramukaan serta kedaerahan. Dalam game ini, peserta dinilai kemampuan dari segi keluasan pengetahuannya.

Berikutnya Pos 4 dinamakan “Sarung Terbang” yang aturannya peserta memindahkan botol tegak dengan sarung kemudian mengitari garis yang telah dibuat. Games ini mengharuskan peserta saling kompak satu sama lain dan latihan kesabaran. Kemampuan peserta menaati komando dari pemimpin kelompok dan tanggap dengan teman satu tim juga dinilai. Kemudian, Pos 5 diberi nama “Traffic Jam”. Permainan ini mengharuskan satu kelompok dibagi dua bagian sama rata saling pindah posisi dengan syarat hanya melompati kotak kosong di depannya atau melewati satu orang. Games ini dibuat untuk melatih ketelitian, daya ingat dan konsentrasi peserta.

Games terakhir atau Pos 6 dinamakan Estafet Bola yang aturan mainnya setiap kelompok memegang tujuh paralon yang sudah dipotong untuk menggelindingkan bola melalui paralon secara bergantian atau estafet sampai masuk ke dalam ember. Manfaat games ini, melatih kesabaran, kekompakan, kerjasama yang baik, fokus, dan konsentrasi setiap peserta.

Ketua PPG Jakarta Selatan, Sholihul Ibad menyampaikan, “Semua yg ada di dunia ini adalah perhiasan, namun perhiasan yang paling indah adalah wanita saleha. Karena itu, jadilah perempuan yang berharga. Dengan begitu, ketika berkeluarga, bisa mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Semoga para peserta kemping dan perempuan seluruhnya bisa berhasil dunia dan akhirat serta menjadi perempuan sholihat” (Noni/Editor Fredy/Lines_Lampung).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Powered by themekiller.com