Home / Berita LDII Lampung / Bentuk Karakter Profesional Religius, Mahasiswa LDII Lampung Gelar Gathering CAI
Mahasiswa FMI melepas lelah usai outbond
Mahasiswa FMI melepas lelah usai outbond

Bentuk Karakter Profesional Religius, Mahasiswa LDII Lampung Gelar Gathering CAI

LDIILampung.com – Tidak dapat terelakkan bahwa pemuda merupakan tulang punggung berlangsungnya eksistensi suatu negara. Menilik dunia pendidikan, pemuda dengan strata tertinggi adalah mahasiswa.

Untuk itu dibutuhkan pembinaan khusus bagi mahasiswa, tidak hanya ahli dan pakar dalam ilmu pengetahuan. Namun dilengkapi dengan kefahaman dan akhlak yang tinggi.

Tak terkecuali kumpulan mahasiswa binaan DPW LDII Lampung, Forum Mahasiswa Islam. Mensupport terbentuknya karakter pemuda seperti diatas, maka FMI mengadakan Cinta Alam Indonesia bagi seluruh anggotanya bertempat di Bumi Perkemahan Wan Abdurrahman, Pesawaran, Lampung (28/12).

Menguatkan karakter keagamaan, Ust. Tohirin Abdullah anggota tim Dakwah DPW LDII Lampung menjabarkan pentingnya berjuang dengan apa yang dimiliki.

“Alloh mengqodar seseorang dengan berbagai kelebihan. Ada yang diqodar menjadi pengusaha, pejabat, guru, petani hingga peternak. Mari kita optimalkan anugerah tersebut untuk berjuang dalam agama Allah,” ujar Tohirin.

Tohirin juga mengajak peserta untuk senantiasa sabar dalam menjalankan aktivitas dakwah. “Orang iman yang bergaul dengan kesabaran dikalangan manusia itu mendapatkan pahala yang lebih besar dibandingkan dengan orang iman yang tidak sabar atas menyakitinya manusia kepada dirinya,” jelas Tohirin menyitir HR Ibnu Majah Juz 2 No 1338.

Ustadz yang mengajar di Ponpes Nurul Huda Lampung ini juga mengingatkan kepada mahasiswa FMI untuk senantisa zuhud kepada Allah.

“Pemuda yang meninggalkan kelezatan dunia dan mengahabiskan masa mudanya untuk taat pada Allah, pahalanya seperti 72 orang yang jujur. Hal ini berarti derjat pemuda tersebut seperti sebagian malaikatnya Allah,” ungkap Tohirin seperti dijelaskan dalam HR Abu Nu’aim Juz 4 No 139.

Selain sisi keagamaan, mahasiwa juga diminta untuk ahli dalam menjalankan roda organisasi. Menguatkan hal ini Sekretaris DPW LDII Lampung, Ir Heri Sensustadi mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan kekompakkan.

“Mari terus ingat dan praktikan enam tabiat luhur yang harus dimiliki pemuda menuju insan profesional religius. Rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanah dan mujhid muzhid,” tegas Heri.

Salah satu games pada gathering FMI Lampung - Copy
Salah satu games pada gathering FMI Lampung – Copy

Masuk pada materi outbond, ada yang unik dalam outbond kali ini. Jika biasanya instruksi games diberikan oleh instruktur. Pada outbond FMI, instruktur hanya menjelaskan satu kali, selanjutnya dijelaskan oleh kelompok yang sebelumnya telah diberikan. Sehingga dapat melatih peserta menyampaikan ilmu selengkap dan sebaik mungkin.

“Jika biasanya petunjuk games disampaikan oleh tutor, maka dalam pelaksanaan kali ini peserta dilatih untuk turut menyampaikan. Hal ini akan melatih keabsahan penyampaian keilmuan,” ungkap Ridwan Saifudin, ST Trainer Outbond.

Menguatkan karakter dan kecintaan terhadap bangsa, Ridwan menyetelkan video mengenai “Menjadi Indonesia”. Didalamnya bercerita cerita petuah inspiratif dari beberapa tokoh Indonesia. Diantarnya juara tinju dunia Chris John dan Menteri Perikanan Susi Pujiastuti.

Tidak sekolah bukan akhir dari segalanya, saya selalu punya keyakinan jika kita ingin mengubah sesuatu pasti akan ada jalan,” ujar Susi yang menjadi menteri hanya berpredikat lulusan SMP.

Pemaparan materi karakter pemuda oleh Ridwan Saifudin, ST - Copy
Pemaparan materi karakter pemuda oleh Ridwan Saifudin, ST – Copy

Menutup acara Ridwan menjabarkan “Harmony of Life”. Menggugah mimpi sukses dunia dan akhirot, dimulai dengan membuka apa itu impian.

Modal dasar manusia, pikiran dan badan yang sehat serta waktu. Kita optimalkan penggunaannya untuk menggapai impian.

“Jika kita gambarkan, ada ilustrasi pemuda galau naik taksi. Jika sedang galau, ketika ditanya tujuan maka pemuda tersebut akan berkata kemana saja. Hal ini memperlihatkan tidak adanya tujuan yang pasti,” ungkap Ridwan.

Berbeda dengan pemuda yang memiliki tujuan, atau dalam istilah nyata memiliki impian. Dengan adanya impian maka dream akan berfungsi seperti kompas kehidupan dan pemusat sumber daya.

Menjelaskan dream, Ridwan mengajak peserta membuat impian dengan bertahap. Negasinya, semakin tidak realistis impian maka akan semakin besar waktu tenaga yang dikeluarkan (FF/Lines Lampung).

Powered by themekiller.com