Home / Berita LDII Lampung / #AyoHormatiGuru

#AyoHormatiGuru

Selamat pagi semua, kunantikan dirimu ,

Didepan kelasmu, menantikan kami

Guru ku tersayang, guru tercinta,

Tanpamu apa jadinya aku

Tak Bisa baca tulis, mengerti banyak hal

Guruku, Terimakasihku.

Nyatanya diriku , kadang butamu marah

Namun segala maaf kau berikan.

Sepenggal lirik  “Terima Kasih Guruku” diatas dapat menggambarkan indahnya rasa cinta kasih, sikap hormat seorang siswa terhadap gurunya.

Bagi siswa tahun 90an tentu masih teringat betapa mengagungkan nya seorang siswa terhadap gurunya. Guru menjadi sosok yang diidolakan, kehadirannya selalu dinantikan dan paling dihormati. Sesuatu yang menjadi perintahnya dengan sesegera mungkin dilaksanakan, Ketakutan tersendiri apabila terlambat menyelesaikan tugas.

Dihadapan para siswa, guru adalah sosok paling ahli karena mampu mengajarkan banyak hal, setiap siswa selalu dibuat kagum oleh kemampuan gurunya saat menyelesaikan soal tersulit sekalipun.

Menjadi hal paling membahagiakan jika dapat bercengkerama dengan guru, bertukar cerita, saling mendengarkan , belajar menghargai pendapat yang akhirnya tumbuh rasa hormat dan kasih sayang terhadap seorang guru, layaknya seorang anak yang menyayangai kedua orang tuannya.

Seiring berjalannya waktu, pergeseran nilai etika dan budaya seolah membuat karakter bangsa ini perlahan memudar. Rasa hormat generasi muda terhadap orang yang lebih tua salah satunya guru, mulai terdegradasi sebagai akibat  perkembangan teknologi dan kondisi sosial saat ini.Bahkan tak sedikit siswa yang berani melawan bahkan mengabaikan gurunya.

Kepopuleran guru tergantikan oleh sosok idola baru yang dianggap lebih kekinian. Ketika guru diabaikan , dianggap sebelah mata karena kurang canggih, gaul atau kekinian. Dan menyedihkan ketika yang menjadi panutan adalah orang-orang yang kurang beretika, tidak mematuhi nilai dan norma yang berlaku.

Jika hal ini berlagsung terus menerus, dapat dibayangkan nasib generasi muda kedepannya, Tentu tak jauh dari siapa yang menjadi panutannya.Tentu hal ini bukanlah harapan kita bersama.

Masa depan bangsa ini bergantung pada generasi muda nya, jika generasi muda  memiliki karakter yang mulia,berbudi luhur yang baik,  tentu bangsa itu akan menjadi bangsa yang damai.

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Kita tentu tidak asing dengan istilah tersebut. Istilah yang menggambarkan mulianya seorang guru. Seorang guru tetaplah pahlawan tanpa tanda jasa, namun merupakan sosok paling berjasa bagi bangsa ini.

Berbagai profesi terbaik di negeri ini tidak akan pernah terlepas dari peranan seorang guru didalamnya. Dari seorang guru terbentuklah banyak generasi sukses berkatrakter mulia, karena guru tidak hanya mengajarkan ilmu namun juga mendidik karakter, dengan harapan nantinya setiap peserta didik tidak hanya mampu mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan nyata, namun juga memiliki karakter mulia yang menunjang dia untuk dapat bersosialisasi dengan baik, menjunjung tinggi nilai moral yang baik.

Saling menghormati, menghargai merupakan salah satu karakter bangsa Indonesia. Sudah berabad-abad  bangsa ini menanamkan nilai luhur untuk menghormati kepada ornag yang lebih tua salah satunya guru. Sosok pahlawan terbaik yang mampu membangun dan mencerdaskan bangsa.

Sudah saat nya kita berubah menjadi lebih baik, memberikan pengaruh positif , menyadarkan banyak pihak agar mampu kembali pada karakter bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik.

Berawal dari kita, untuk Indonesia . Ayo hormati guru.

Penulis : Mila Vanalita

Powered by themekiller.com