Home / Berita LDII Lampung / Ayo Hormati Guru : Guru Ibarat Orang Tua bagi Peserta Didik

Ayo Hormati Guru : Guru Ibarat Orang Tua bagi Peserta Didik

Sejatinya segala sesuatu yang berhubungan dengan pembekalan dan pembelajaran anak adalah tugas dari orang tua, orang tua harus memebreikan bekal sebaik mungkin untuk kehidupan anak baik didunia dan diakherat, termasuk pembekalan ilmu.

Dengan adanya guru, tugas orang tua jadi terbantu untuk memberikan bekal pada anak (bukan berati orang tua lepas tangan).

Guru ibarat orang tua kedua bagi anak, karena ada peran yang mempengaruhi untuk kehidupannya kelak, gurulah yang mendidik dan membantu pembentukan karakter agar menjadi manusia yang bermanfaat.

Islam mengajarkan anak bagaimana cara menghormati guru, banyak hal yang bisa kita pelajari, salah satunya akan kami angkat sebuah dalil perintah menghormati guru.

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama” (HR. Ahmad dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami).

Nabi mengajarkan kita untuk menghormati orang yang berilmu (guru), mereka berjasa atas ilmunya,  sikap rendah hati kepada guru juga penting bagi setiap murid, karena ini juga mempengaruhi ilmu yang masuk ke dalam hati.

Seorang ulama mengatakan : “Adab dalam menuntut ilmu itu lebih penting sebelum mempelajari luasnya ilmu”. Adab yang diperhatikan oleh murid meliputi dari adab kepada diri sendiri, adab kepada Ilmunya dan adab kepada Gurunya, ini menunjukkan betapa pentingnya menghormati dan memuliakan Guru.

Sebuah kisah diangkat ketika ada seorang ulama yang sedang memeberikan pelajaran kepada muridnya kemudian ada seorang murid berkata dengan suara yang keras sehingga membuat murid lain terganggu, kemudian sang guru mengatakan ayat dibawah ini :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari. ( Q.S. Al Hujurat 2).

Dalil diatas juga mengajarkan kita sebagai oang iman untuk selalu menghormati guru bahkan jangan sampai ucapan kita megalahkan ucapannya guru, keseganan dan rasa hormat kita jangan sampai hilang darinya, mengingat guru adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa, guru adalah orang tua kedua bagi kita maka sudah sepantasnya kita hormat kepadanya.

Mari kita lestarikan gerakan menghormati guru.

Penulis : Harun Al Rasyid

 

Powered by themekiller.com