Home / Dakwah Islam / Amar Makruf Nahi Munkar Demi Keutuhan Agama Islam

Amar Makruf Nahi Munkar Demi Keutuhan Agama Islam

LDIILampung.com – Agama Islam adalah agama yang teduh, lembut dan hadir menerangi kegelapan. Maka sepanjang perjalanan zaman amar makruf nahi mungkar menjadi sebuah keharusan.

Allah SWT berfirman: “Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. [QS. Lukman: 17]

Allah telah memerintahkan kita untuk menjadi umat yang selalu mengajak pada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran. Nabi Muhammad pun telah memberikan beragam contoh pelaksanaan esensi amar makruf kepada seluruh umat.

Dari Abi Said Alkhudriyy, berkata, aku mendengar dari Nabi Saw Bersabda: “Barang siapa dari kalian yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangan kalian, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisan kalian, jika masih tidak mampu maka rubahlah dengan hati kalian, dan demikian itulah serendah-rendahnya keimanan.” [HR. Abu Dawud, No. 4340].

Amar makruf memiliki tiga macam metode, yaitu :

  1. Amar makruf kedalam, metode ini memerintahkan untuk selalu memerintahkan kebaikan dan mencegah pada kemungkaran pada orang yang telah mengetahui ilmunya. Contoh, kita memiliki kakak yang juga seorang umat islam. Keseharian kakak kita boros terhadap harta yang dimiliki, maka sudah menjadi tugas kita untuk saling menasehati agar tetap berpegang diatas jalan yang benar. “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” [Attahrim Ayat 6].
  1. Amar makruf keluar, metode ini diberlakukan pada orang yang belum mengetahui hukum islam. Bisa juga pada orang yang sama sekali belum mengetahui islam, dengan memberikan sebuah nasehat agar orang tersebut menjadi umat islam seutuhnya.
  1. Amar makruf pada diri sendiri, agar makna amar makruf nomor satu dan dua menjadi utuh alangkah baiknya kita selalu mengkondisikan konsisten amar makruf pada diri sendiri dahulu.

Keengganan untuk melakukan amar makruf berarti sama nilainya dengan kita sedang mematikan esensi keberadaan agama. Agama adalah nasehat, tanpa diperjuangkan, sama halnya dengan bisnis yang sedang gulung tikar. Seolah kita sedang memupuskan perjuangan para perantara agama yang telah mati-matian membela agar agama ini tetap lestari sampai hari kiamat.

Untuk itu perhatikan dalil berikut :

“Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampauhi batas. Tidak ada saling melarang kemunkaran yang mereka lakukan, amatlah buruk apa yang mereka kerjakan.” [Al Maidah 78- 79]

Dan diperkuat Dengan Hadist :

“Bila orang-orang melihat kemungkaran kemudia mereka tidak merubahnya (mencegahnya), maka hampir saja Alloh akan menimpakan azabNya kepada mereka semua.” [HR. Abu Dawud, No 4338].

Akhir kata, mudah-mudahan kita semua dapat konsisten melaksanakan amar makruf. Kini zaman sudah semakin akhir, masalah akhlak sudah semakin genting, fitnah merajalela, maka kalau tidak dimulai dari diri kita sendiri ya siapa lagi.

Harapan besar, masuk surga selamat dari neraka semoga dapat tercurahkan kepada kita semua. Menjadi mahluk yang beruntung, merasakan kebahagiaan selama-lamanya (Harun Al Rasyid/Frediansyah F|Lines-Lampung).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Powered by themekiller.com