Home / Artikel Umum / Ajarkan Anak Sholat Sejak Dini
ajarkan anak sholat sejak dini
ajarkan anak sholat sejak dini

Ajarkan Anak Sholat Sejak Dini

Ajarkan Sholat kepada Anak sejak Dini – Anak merupakan sebuah anugerah bagi kedua orangtua, namun juga dapat menjadi malapetaka ketika orangtua membiarkan anak nya tidak mengerti tentang agamanya, terutama kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan. Salah satunya kita perlu mengajarkan kepada anak untuk melaksanakan sholat sejak dini.

Sejak dini itu umur berapa? Mungkin ada yang bertanya tentang itu, usia dini maksudnya sedini ketika usia balita hingga usia 7 tahun merupakan masa dimana anak anda mulai memahami kehidupan, dan masa itulah merupakan waktu yang Allah berikan kepada orangtua untuk mendidik anaknya. Dimana kita sebagai orangtua dapat mengenalkan anak mengenai kewajiban sholat, terutama praktek nya.

Ajaklah anak ketika anda hendak melaksanakan sholat, jangan menyuruh anak dengan nada tinggi (dimarahi) karena hal itu justru akan membuat anak akan melaksanakan sholat ketika disuruh oleh orangtua. Namun ketika anak telah berusia 10 tahun keatas barulah anda pukul ketika mereka tidak melaksanakan kewajibannya ini, tentu sembari diberikan pengertian bahwa jika tidka melaksanakan sholat akan di Bakar Neraka.

Rosulullah bersabda : “Suruhlah anak-anakmu untuk mengerjakan shalat bila sudah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka bila tidak mau melaksanakannya ketika sudah berusia 10 tahun” (HR. ABu Daud)

Tentu hal ini harus berbanding lurus dengan orangtua itu sendiri,orangtua juga harus memberi contoh dalam merutinkan sholat.

Seperti ketika orangtua mendengar adzan, orangtua langsung memberikan contoh kepada anak dengan bergegas menuju masjid atau musholah untuk melaksanakan sholat dan ajak anak anak berkomunikasi mengenai sholat. misalnya, “Kakak, kalau sholat harus wudhu dulu, dan pakai pakaian yang bersih dan suci, jangan pakai baju yang dipakai habis main” dan komunikasi lainnya yang tujuannya memberikan pengertian.

Bisa juga memberikan pertanyaan seputar sholat yang membutuhkan satu jawaban, tidak ada pilihan jawaban lain. Dan jawaban yang diberikan masih berada dalam tuntunan sholat. Misalnya : “Kakak, Udah dengar Adzan, waktunya Sholat.. Mau pakai Baju Koko apa pakai baju kemeja saja?” . Dengan begitu anak akan berfikir untuk memilih.

Jangan sampai anda mengeluarkan pertanyaan yang negatif, contohnya :
“Kakak, udah denger adzan kan, mau ikut Ayah sholat atau nggak?”

Banyak anda justru cenderung lebih memilih untuk tidak sholat, apalagi ketika pengaruh media yang saat ini sangat bergejolak. Anak disajikan teknologi Gadget yang penuh dengan permaiann, tanyangan televisi yang selalu menghibur. Semua itu adalah pengaruh besar yang dapat mempengaruhi anak, maka orangtua harus pandai dalam mendidik anak. Baik atau Rusaknya anak pada saat dewasa berada di tangan orangtua itu sendiri.

Maka mulailah sejak dini ajarkan anak mengenai sholat dan ibadah – ibadah lainnya, tunggu kapan lagi. Karena waktu tidak akan pernah berulang. Semoga anak kita menjadi anak yang sholih dan sholihah… Amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Powered by themekiller.com