Home / Dakwah Islam / 5 Alasan Seorang Anak Wajib Berbakti pada Orang Tua
anak berbakti cium tangan
anak berbakti cium tangan

5 Alasan Seorang Anak Wajib Berbakti pada Orang Tua

LDIILampung.com – Orang tua merupakan sosok yang paling mulia dalam hidup seorang anak.Anak berbakat, tidak akan terlahir di dunia tanpa perantara orang tua.

anak yang baru lahir membutuhkan orang tua mulai dari asi, merawat dan nafkah dari orang tua agar kelak menjadi anak yang berguna bagi nusa bangsa dan agama bisa meninggikan derajat orang tua di surga,

Setelah anak terlahir, dengan ikhlas orang tua akan merawat, memberikan nafkah, dengan satu tujuan agar anak tersebut bisa berguna bagi masyarakat dan meninggikan derajat orang tua di akhirot kelak.

Namun banyak dari anak yang tidak mengerti akan hal ini, Allah telah menggariskan dan menetapkan kepada seorang anak (siapapun dia), untuk berbakti pada kedua orang tuanya, orang tua yang telah berjasa dalam hidupnya dan menjadi sosok yang paling berpengaruh dalam mengarungi hidup, jatuh bangkitnya seseorang bisa dipengaruhi dengan orang tua,

Tahukah anda, sudah sepantasnya seorang anak untuk berbakti, memenuhi kewajiban dari Allah.Selanjutnya mari kita simak, 5 alasan seorang anak wajib berbakti pada Orang Tua:

1)  Karena Perintah Allah

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sudah tua dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka namun ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia, dan rendahkanlah sayap kalian bagi keduanya karena rasa sayang, dan ucapkanlah untuk mereka “ Ya Allah sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka menyayangiku sejak kecil” (Al Isra(17):23)

Allah perintah dalam Alquran untuk memuliakanorang tua.Barang siapa yang tidak mematuhinya maka mendapat ancaman dosa besar, sebab Allah telah menggariskan satu dari lima dosar adalah menentang pada orang tua.

Tidak hanya itu,Allah akan mencepatkan siksanya bagi siapa saja yang menyakiti hati orang tua, perhatiakn dalil berkut :

Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia (Allah), berbuat baiklah terhadap kedua orang (ibu bapak)[Al-An’am 151].

Seandainya orang tua menyuruh kepada suatu perbuatan yang menyekutukan Allah SWT, atau orang tua masih belum memeluk Islam, sikap berbakti kepada orang tua tetap menjadi suatu kewajiban oleh seorang anak tanpa harus mematuhi perintah mereka yang menyalahi syariat.

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

2)  Besarnya jasa kedua orang tua

Dan rendahkanlah sayap kalian bagi keduanya karena rasa sayang, dan ucapkanlah untuk mereka “ Ya Allah sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka menyayangiku sejak kecil” [Al Isra(17):23]

Jasa orang tua terutama ibu diungkapkan dalam suatu ayat Al-Qur’an, dimana seorang ibu rela berkorban dalam mengandung anaknya, kemudian menyusuinya. Semua jasa orang tua di kala anak masih kecil dan lemah perlu diingat dan dikenang untuk selamanya.

3)  Ridha Allah Beserta Ridha Orang Tua

Saking mulianya orang tua disisi Allah, Allah menggantungkan Murka nya dan Ridhanya kepada orang tua untuk anaknya, jadi bisa di katakan bahwa kita harus hati hati dalam bersikap dan berucap kepada keduanya.

Jangan sampai menyakiti hati orang tua hanya karena kesalahan kecil, sedikit perlu kita ingat cerita legenda minang kabau “malin kundang” yah itulah anak yang dikutuk menjadi batu atas izin Allah, karena mendurhakai orang tuanya serta tidak mengakui orang tua setelah ia menjadi kaya raya.

Itulah akibatnya bagi orang yang tidak tahu tatakrama menghadapi orang tua, memang sepintas terdengar remeh, tapi efeknya besar disisi Allah. Perhatikan dalil berikut:

“Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi.

4)  Sebagai Motivasi Hidup

Banyak anak sukses didunia karena peran orang tua, jangan kira orang tua tinggal diam saja, justru orang tualah yang paling berpengaruh akan kehidupan seorang anak.

Orang tua yang menjadi isnpirasi hidup dan motivasi hidup membuat seorang anak kuat menghadapi beratnya kehidupan.

Orang tua seolah mempunyai sihir ajaib yang memberikan kekuatan dengan jarak jauh, orang tua seolah menjadi matahari yang menerangi jalan kehidupan, orang tua seolah menjadi menjadi embun pagi dikala seorang anak menjalankan aktivitas,

Bisa disimpulkan bahwa orang tua bukan lah sembarang orang, mereka dimulyakan karena kedekatannya dengan Allah yang telah melahirkan serta meramut anaknya sampai sekarang, doanya tidak akan henti sampai kapan pun.

5)  PerantaraKesuksesan Dimasa Depan

Ada yang bilang, kehidupan tanpa dukungan orang tua seperti makan nasi putih, “hambar” iya itulah yang kita rasakan, bisa saja kita makan nasi tanpa lauk, namun akan lebih bergairah jika ditambah lauk dan sedikit kerupuk.

Makan akan terasa nikmat dan menyenangkan, itulah gambaran hubungan orang tua dengan kehidupan anaknya, bisa saja anak menjalankan hidupnya, namun terasa lebih bermakna jika motivasi orang tua mengiringi jalan hidup seorang anak.

Itulah yang perlu kita kitahui posisi orang tua dalam hidup seorang anak. Banyak orang orang yang sukses mengatakan bahwa “motivasi saya adalah orang tua”, “motivasi saya adalah ibu”, “motivasi saya adalah keluarga”.

Seperti Thomas Alfa Edison yang dikenal dengan raja penemu, dengan segudang penemuannya terinspirasi dari seorang ibu walau hanya pensiunan guru, namun dengan semangat juang yang tinggi ditambah motivasi orang tua, ia sempat belajar dari ibunya tentang pengethuan dasar dan kemudian dikembangkan.akhirnya ia menjadi kuat dan pantang menyerah, penemuannya yang paling sulit adalah disaat menemukan lampu, diamana ia sudah mencoba lebih dari 1000 kali, namun dengan sifat pantang menyerah yang diturunkan ibunya, akhirnya Thomas Alfa Edison berhasil menemukan bohlam lampu, ini semua tidak lepas dari peran orang tua sebagai motivasi hidupnya.

Pada akhirnya menghormati orang tua tidak hanya dari perintah Allah semata, tapi seolah menjadi kebutuhan yang tidak akan pernah habis seiring dengan kasih sayang yang mereka berikan kepada anak anaknya, mengalir seperti air, perlahan pasti, lembut dan penuh kasih sayang.

Sedikit saya sampaikan surga ditelapak kaki ibu,ridho Allah bersama riho orang tua, murka Allah bersama murka orang tua, semoga kita dijadikan anak yang soleh dan solehah yang bisa mengangkat derajat orang tua disurga nanti, aamiin (Harun Al Rasyid/Lines-Lampung).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Powered by themekiller.com